Menu

Sepuluh Bulan ‘Lahir’ 90 Janda Muda di Kabupaten Bolsel

  Dibaca : 130 kali
Sepuluh Bulan ‘Lahir’ 90 Janda Muda di Kabupaten Bolsel

IPBOLSEL — Angka perceraian di Kabupaten Bolsel, Sulawesi Utara, terbilang tinggi. Dari Januari hingga Oktober 2019, sudah ada 102 perkara cerai yang masuk di Pengadilan Agama (PA) Bolaang Uki. Dari jumlah tersebut, 90 di antaranya telah diputus.

Informasi dirangkum, dari jumlah perkara cerai, sebagian besar diajukan perempuan (istri) yang rata masih berusia 22 hingga 35 tahun. Artinya, dalam 10 bulan sudah ada 90 perempuan di Bolsel telah berstatus janda muda.

Bidang Humas PA Bolaang Uki Sukahata Wakano mengatakan, dari 102 perkara cerai, 72 cerai gugat sisanya talak.

“Kalau cerai gugat itu diajukan perempuan (istri) sedangkan talak dari laki-laki (suami). Dilihat data yang ada, paling banyak mengajukan cerai adalah perempuan,” kata Sukahata, di temui di ruang kerjanya, kemarin.

Dituturkannya, alasan cerai gugat rata-rata karena suaminya sudah punya wanita idaman lain (WIL) atau selingkuh. Selain itu, minuman beralkohol (Minol) jenis cap tikus jadi pemicu perceraian.

“Cerai karena perselingkuhan mencapai lima puluh persen. Terkait Minol, pihak istri mengaku tidak tahan lagi dengan perlakuan suami yang sering mengonsumsi cap tikus. Karena pengaruh cap tikus, sering terjadi perselisihan rumah tangga,” ungkapnya.

“Tidak hanya cerai gugat. Cerai talak juga ada karena perselingkuhan. Bahkan, ada suami yang mengajukan cerai karena mengetahui istrinya sudah menikah dengan pria lain,” tambahnya.

Menurutnya, meski menerima perkara dengan berbagai alasan dari pemohon, pihak PA tidak langsung memutus perkara. Tapi, terlebih dahulu dilakukan mediasi.

“Upaya mediasi kita lakukan karena itu sudah aturan. Jika tidak mau dimediasi perkara yang sudah diajukan kita tolak. Jika proses mediasi sudah dilakukan dan tidak ada titik temu, perkara kita tindaklanjuti hingga sidang putusan,” katanya.

Hal serupa disampaikan Ketua PA Nadimin SAg, MH.

“Dalam mediasi kita berupaya berikan masukan dan nasihat, sebisa mungkin pasangan suami istri bisa rujuk. Alhamdulillah ada beberapa pasangan yang memilih rujuk dalam proses mediasi,” kata Nadimin.

Diungkapkannya, sebagian besar perkara cerai terjadi saat usai 1 sampai 5 tahun pernikahan.

“Selain karena perselingkuhan dan Minol, masalah ekonomi juga menjadi penyebab perceraian. Itu terjadi di usia pernikahan Satu sampai Lima tahun,” ungkap Nadimin. (lel)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional