Menu

Peringati Hari Habitat Dunia 2019, BP2W Sulut Gelar Bersih-bersih Lingkungan

  Dibaca : 74 kali
Peringati Hari Habitat Dunia 2019, BP2W Sulut Gelar Bersih-bersih Lingkungan

MANADO — Hari Habitat Dunia 2019 diperingati juga oleh jajaran Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BP2W) Sulawesi Utara. Sesuai dengan tema tahun ini Generasi Masa Depan: Generasi Peduli Sampah, BP2W Sulut menggelarnya dengan kegiatan bersih-bersih sungai di muara Sungai Tondano dan lingkungan bantaran sungai. Bersih-bersih itu digelar Sabtu (03/11/2019) pagi.

Bersama mengelola sampah yang baik

Bersih-bersih yang dikomandoi Kepala Seksi Pelaksanaan BP2W Sulut Halid Saleh ST MMT itu, mengangkat seluruh sampah di lokasi, terutama sampah plastik. “Pengelolaan sampah menjadi priortitas Kementerian PUPR saat ini, karena sampah terus menjadi momok dalam kehidupan, khususnya lingkungan hidup,” ujar Halid.

Ajak anak kecil peduli pengelolaan sampah

Bersih-bersih ini diikuti seluruh jajaran BP2W Sulut, baik PNS maupun tenaga kontrak; Dharma Wanita BP2W; dan juga puluhan tenaga pendamping program Pamsimas melakukan bersih-bersih di sekitar Jalan Sudirman Manado.  

Sampah-sampah yang dikumpulkan dari pinggir sungai dan di lingkungan sekitar tersebut selanjutnya ditimbang. Sebanyak satu ton lebih sampah yang terkumpul itu termuat dalam satu mobil truk.

“Sampahnya sudah dipilah sesuai jenis. Ada plastik, kertas, dan sampah organik seperti daun atau rumput,” kata Halid.

Selanjutnya sampah-sampah itu diangkut ke TPA Sumompo. “Kami berharap sampah-sampah yang sudah terpilah ini akan memudahkan pemulung memilih sampah yang bisa dijual,” tambahnya.

Tampak hadir dalam kegiatan ini Kepala Tata Usaha BP2W Fransisca Maweru, PPK Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) John Sondakh, PPK Pengembangan Permukiman (Bangkim) Ognerius Tondoilo, dan PPK Peningkatan Pengelolan Limbah dan Persampahan (PPLP) Tonny Supit.   

Sampah di pinggir sungai

Sekadar referensi, Hari Habitat Dunia 2019 ini dirangkaikan dengan Hari Kota Dunia yang diperingati setiap 31 Oktober.  Hari Habitat Dunia diperingati tiap Senin pertama di bulan Oktober. Keduanya diperingati setiap tahunnya untuk meningkatkan kepedulian seluruh pemangku kepentingan terhadap isu-isu perkotaan dan permukiman. Tahun ini tema nasional yang diangkat adalah Generasi Masa Depan: Generasi Peduli Sampah.

Sementara Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam acara puncak peringatan Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia, di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Kamis (31/10/2019) lalu mengatakan permasalahan pengelolaan sampah terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. “Untuk itu dalam lima tahun ke depan, saya akan memprioritaskan penganganan sampah dalam program kerja Kementerian PUPR,” kata Menteri Basuki.

Menurutnya, pengelolaan sampah harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh melibatkan semua sektor, baik oleh pemerintah pusat dan daerah, swasta maupun masyarakat.

“Temanya sesuai dengan kondisi yang kita hadapi di Indonesia, tentang sampah dan inovasi. Saya ingin tema ini tidak hanya seremonial, namun diimplementasikan dengan benar. Saya juga berkomitmen lima tahun ke depan memprioritaskan penanganan sampah,” ujar Basuki.

Sampah di lingkungan sisi jalan permukiman

Menteri juga menekankan inovasi bukan sekadar pengembangan teknologi, namun berangkat dari kehidupan masyarakat, khususnya perubahan pola pikir. Basuki memandang pengelolaan sampah tidak boleh mengacu perilaku konvensional.

Katanya, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya bertugas merumuskan kebijakan pengembangan kawasan permukiman, pembinaan tata bangunan, sistem penyediaan air bersih, drainase lingkungan, hingga persampahan.

“Inovasi penanganan sampah tidak hanya dikumpulkan di rumah kemudian dibawa ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) atau Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Namun, kebiasaan dari awal harus diubah. Masyarakat mulai memilah sampah jenis apa yang dibisa dibuang, mana yang bisa diolah. Perlu perubahan sikap dari masyarakat, terutama mengatasi sampah plastik,” tuturnya.

Penimbangan sampah yang sudah dipilah

Menurutnya, pemerintah tengah menyusun Road Map Habitat Indonesia Tahun 2020-2024, yang memetakan program, kegiatan dan pelaksana kerja sama dengan berbagai mitra. Tujuannya mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 sebagai agenda global.

Sedangkan Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Danis Sumadilaga mengatakan Indonesia sebagai members of board dari UN-Habitat Assembly 2019-2020 mempunyai peran strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan permukiman layak huni. Tema Generasi Masa Depan Generasi Peduli Sampah, lanjutnya, merepresentasikan elemen utama Hari Habitat Dunia.

Ibu-ibu Dharma Wanita BP2W Sulut

Generasi muda, katanya, berperan penting sebagai penggerak inovasi teknologi dan penanganan sampah. Adapun peringatan Hari Habitat Dunia serentak di seluruh negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mengambil tema “Frontier Technologies as an Innovative Tool to Transform Waste to Wealth”.

“Kami berharap rangkaian peringatan Hari Habitat Dunia ditindaklanjuti dengan agenda baru perkotaan dan jawaban terhadap tantangan permukiman. Semoga lingkungan kita semakin bebas sampah, agar kualitas hidup membaik,” ucap Danis.(baz/**)

Para tenaga pendamping Pamsimas
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional