Menu

Miris… Pasir Diperjualbelikan, Pantai Kisihang Rusak Parah

  Dibaca : 92 kali
Miris… Pasir Diperjualbelikan, Pantai Kisihang Rusak Parah

IPSITARO — Indikasi pengrusakan lingkungan di kampung Kisihang, Tagulandang Selatan, Kabupaten Sitaro, Sulut, sepertinya kian tak terbendung, khususnya di wilayah pesisir pantai.

Diduga kuat hal ini dipicu pengerukan pasir oleh oknum warga setempat untuk kemudian dijual untuk memperkaya diri.

Imbasnya, pantai yang beberapa waktu lalu sempat jadi salah satu destinasi wisata di tanah Mandolokang (baca: Tagulandang) ini kini telah ditinggal pengunjung lantaran telah kehilangan pesona akibat abrasi.

“Sudah menjadi rahasia umum kalau yang sering mengambil pasir di pantai Kisihang adalah orang Kisihang sendiri, bahkan yang bersangkutan adalah bekas petinggi di kampung ini,” beber beberapa warga saat wartawan harian ini sedang mengambil gambar di lokasi, Senin 4 November kemarin.

Warga juga menyebutkan jika aksi pengrusakan lingkungan ini sudah berlangsung lama.

Bahkan, belum lama ini sempat terjadi blokade oleh oknum Babinsa.

“Anehnya pengambilan material (pasir, red) masih saja berlangsung,” tuturnya.

“Apakah karena yang bersangkutan (Penambang pasir, red) adalah orang ternama di kampung ini sehingga praktik melawan hukum ini sengaja dibiarkan. Ataukah pemerintah takut kepadanya,” sindirnya.

Sementara itu Kapitalau (Kepala Desa, red) Kisihang, Wolden Kabenaran, ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali menegur yang bersangkutan bahkan memanggilnya, namun yang bersangkutan tidak mengindahkan teguran serta panggilan itu.

“Sudah beberapa kali kita tegur bahkan dipanggil ke kantor kampung, namun semua itu dianggap angin lalu,” ungkap Kabenaran.

Dikatakannya lagi, setiap kali ditegur ataupun dilarang untuk mengambil pasir, yang bersangkutan selalu berkilah bahwa pasir yang diambil itu berada di lahan milik kepunyaannya.

“Setiap kali ditegur dia selalu bilang bahwa lokasi itu adalah hak milik kepunyaannya,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Kabenaran, pihaknya akan menempuh jalur hukum mengingat kegiatan ini sudah masuk kategori pengrusakan lingkungan yang juga mengakibatkan rusaknya sejumlah fasilitas yang dibangun dengan uang negara.

“Akibat penambangan pasir ilegal ini, fasilitas yang dibangun oleh uang rakyat seperti talud penahan ombak rusak, meski sudah beberapa kali dibangun,” bebernya. (gus)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional