Menu

30 Kades di Sangihe Dipanggil Penyidik Terkait Dugaan Mark Up Proyek

  Dibaca : 101 kali
30 Kades di Sangihe Dipanggil Penyidik Terkait Dugaan Mark Up Proyek

IPSANGIHE — Polres Sangihe melalui Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) terus menyeriusi dugaan kasus mark up dan gratifikasi pada program internet desa T.A 2019.

Terinformasi, 30 Kapitalaung (sebutan lain untuk Kepala Desa) telah dipanggil penyidik Polres Sangihe.

Kapolres Sangihe, melalui Kasat Reskrim Iptu Angga Maulana SIK SH, menyebutkan, pihaknya telah memanggil dan melakukan klarifikasi terhadap sejumlah pihak.

“Termasuk Kadis PMDD,” kata Maulana.

Sementara itu, Kepala PMMD Jeffry Gaghana, tidak menampik saat dikonfirmasi.

“Ya, kemarin (Selasa 21 Januari) memang ada pemanggilan. Tapi bukan penyidikan, tapi penyelidikan terhadap laporan dari masyarakat terkait Internet Kampung dan sebagai Kepala Dinas saya dikonfirmasi oleh Penyelidik Polres Sangihe dan jawabannya sama, kalau pertanyaan berkaitan kampung nanti tanya di Kampung,” ujar Gaghana.

Sebelumnya, Ketua Tim Investigasi Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara RI (LPPNRI) Darwis Saselah menyatakan jika dirinya sudah turun ke lapangan dan merangkum berbagai dugaan mark up hingga gratifikasi pengadaan internet desa yang dibanderol Rp60 juta/unit ini.

“Pengadaan internet desa oleh PT Mitra Solusindo Computama dinilai ada semacam arahan dan wajib diadakan. Kenapa saya katakan ada mark up terhadap pengadaan internet desa, sebab saya sudah mendapatkan harga pembanding bahwa satu unit fasilitas internet yang sudah terpasang di 101 kampung tersebut hanya pada kisaran 13 juta per unit. Tapi kenapa pengadaan di 101 kampung oleh pihak ketiga justru ada pada kisaran 60 juta per unit,” ujar Saselah.

Diketahui, untuk penyelidikan awal yang dilakukan, Polres Sangihe telah memanggil 30 Kapitalaung dari 101 desa yang mengadakan internet desa. (ger)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional