Menu

Modal Rp4.000, Seorang Petani di Tagulandang Cabuli Bocah 7 Tahun

  Dibaca : 203 kali
Modal Rp4.000, Seorang Petani di Tagulandang Cabuli Bocah 7 Tahun

IPSITARO — Kasus kekerasan seksual terhadap anak kembali terjadi di pulau Tagulandang, Kabupaten Sitaro, Sulut.

Kali ini korbannya adalah Bunga (7) -disamarkan-, warga salah satu kampung di Kecamatan Tagulandang.

Diketahui, Bunga yang masih duduk di bangku TK ini diperdayai ET alias Eli (48) warga lindongan III, Kampung Lesah Kecamatan Tagulandang.

Mirisnya lagi, dalam memuluskan aksinya, pelaku memberi uang kepada korban Rp4.000 sebagai uang tutup mulut.

Namun, belakangan perbuatan bejat pelaku tetap terbongkar, dan ia kini harus berurusan dengan pihak berwajib.

Ada pun kronologi peristiwa tersebut terjadi Jumat (13/03/20) lalu.

Bermula saat tersangka ET, hendak ke kebun dan melewati rumah korban.

Diam-diam tersangka mengajak Bunga ikut dengannya ke kebun tanpa sepengetahuan sang nenek yang di saat bersamaan tengah memasak di dapur.

Kondisi inilah yang kemudian dimanfaatkan tersangka memperdayai korban.

Pengakuan korban, saat tiba di kebun, tersangka menyuruh korban tidur di rumput. Selanjutnya tersangka melucuti celana bocah malang ini.

“Dia ada kase maso depe jari pa kita pe barang,” beber korban dengan polos.

Usai beraksi, tersangka memberi uang Rp4.000 kepada korban.

“Dia bilang, jangan bilang pa opa deng oma,” ujarnya.

Sementara itu, setelah pulang dari kebun, Bunga langsung buru-buru menuju ke kamar mandi untuk membersihkan alat kelaminnya yang berdarah.

Curiga dengan perilaku cucunya yang langsung ke kamar mandi, sambil memegang uang, sang nenek pun menginterogasi Bunga.

Nah, di sinilah kemudian perbuatan ET terungkap. Tak terima, sang nenek pun melapor perlakuan bejat tersangka ke Polsek Tagulandang.

Sementara itu, Kapolsek Tagulandang AKP Christian Klaas yang di konfirmasi melalui Kanit Reskrim Bripka Yudi Kristianto Mekutika, membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Benar, ada kejadian tersebut. Kita sudah periksa korban, nenek korban, serta tersangka. Dan setelah di Visum, benar telah terjadi percabulan. Dan saat ini tersangka ET sudah kita amankan,” kata Mekutika.

Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat Undang-undang perlindungan anak.

“Pasal yang akan kita pakai untuk menjerat tersangka yakni Pasal 82 ayat 2 undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan atas Perpu nomor 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-undang dengan ancaman 15 tahun penjara,” kuncinya.

***Gustap Pansing

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional