Menu

Dua Warga Bolsel Ditetapkan ODP COVID-19 Memiliki Riwayat Pernah Keluar Daerah

  Dibaca : 43 kali
Dua Warga Bolsel  Ditetapkan ODP COVID-19 Memiliki Riwayat Pernah Keluar Daerah

IPBOLSEL — Dua warga Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) virus korona atau COVID-19.

Jumlah tersebut berdasarkan data tim gugus tugas COVID-19 yang dirilis melalui portal resmi Pemkab Bolsel http://covid19.bolselkab.go.id, Rabu (25/3/20).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (DisKominfo) Bolsel Aldy Gobel tidak menampik hal tersebut.

“Benar. Meski tidak ada gejala, tapi sudah terindikasi. Keduanya memiliki riwayat perjalanan dari Sulawesi Tengah,” ungkap Aldy, kemarin.

Terindikasi jelasnya, bisa dari riwayat perjalanan transmisi lokal, pernah kontak dengan PDP (pasien dalam pengawasan, red) atau Suspect dan punya penyakit bawaan yang menyebabkan bersangkutan mengalami gejala seperti COVID-19.

“Keduanya sudah diminta melakukan isolasi mandiri di rumah dan terus dipantau tim gugus khususnya tenaga medis di wilayahnya,” sebutnya.

“Hingga kini belum ada warga Bolsel yang masuk PDP atau positif COVID-19,” tambahnya.

Dikatakannya lagi, dalam website tersebut tim gugus Pemkab Bolsel akan terus mengupdate informasi pemantauan COVID-19.

“Informasi seputar penyebaran COVID-19 akan terus kita update setiap hari. Dalam portal tersebut Pemkab juga menyiapkan materi edukasi dan informasi penting terkait COVID-19,” tuturnya.

Menurutnya, Pemkab Bolsel melalui tim gugus tugas proaktif dan tanggap dalam penanganan pencegah penyebaran COVID-19.

Bahkan, pintu masuk daerah diperketat dengan pemeriksaan.

“Pemkab mendirikan pos pemeriksaan di lima titip perbatasan. Pengemudi maupun penumpang kendaraan roda dua dan empat diperiksa dengan alat diteksi suhu badan. Jika ditemukan tidak normal, dilakukan pemeriksaan lanjutan,” bebernya.

Selain itu katanya, Pemkab sudah menyiapkan ruang isolasi, sebagai langkah antisipasi jika ada warga Bolsel yang terinfeksi COVID-19.

“Ada gedung khusus disiapkan untuk ruang isolasi. Gedung itu terdiri dari dua ruangan dan tiap ruangan disiapkan 15 tempat tidur. RSUD juga menempat 12 perawat dan 5 Dokter di ruang isolasi,” katanya lagi.

Untuk alat kesehatan lanjutnya, sudah tersedia meski dalam keadaan terbatas.

“Sudah tersedia APD (alat pelindung diri) bagi tenaga medis. Tapi RSUD kembali mengajukan bantuan APD ke pemerintah provinsi,” ungkapnya.

Di sisi lain, dalam memutus rantai penularan COVID-19, dirinya mengimbau seluruh masyarakat terus mematuhi protokol pencegahan dini yang sudah dilakukan pemerintah.

“Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Jaga daya tubuh serta lakukan social distancing,” imbaunya.

Sekadar diketahui, dalam penanganan penyebaran COVID-19, sebelumnya Bupati Hi Iskandar Kamaru dan Wabup Deddy Abdul Hamid juga mengeluarkan 20 kebijakan pencegahan penyebaran virus corona.

Di antaranya, larangan tugas luar, kegiatan mengumpulkan banyak orang, menutup lokasi wisata dan menunda sejumlah agenda besar pemerintah.

Selain itu diberlakukan work from hame bagi ASN dan THL serta belajar dari rumah bagi para siswa mulai TK sampai SMP.

Kebijakan tersebut berlaku mulai 17 hingga 31 Maret.

***Roslely Sondakh

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional