Menu

Kabupaten Bolsel Masuk Daerah Terbaik se-Indonesia Pendataan BST

  Dibaca : 48 kali
Kabupaten Bolsel Masuk Daerah Terbaik se-Indonesia Pendataan BST

IPBOLSEL — Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), di Sulawesi Utara, merupakan salah satu daerah paling tanggap dalam hal percepatan penanganan pandemi COVID-19.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Republik Indonesia (DPR RI) dari fraksi PDI-P, Hi Herson Mayulu (H2M).

Dia menilai, Bolsel paling siap dibanding daerah lain.

Buktinya, Bolsel berada di urutan 6 se-Indonesia, daerah terbaik dalam pendataan bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos).

“Saya mengapresiasi Dinas Sosial dan aparat desa yang sudah bekerja optimal dalam pendataan sehingga BST Kemensos untuk Bolsel cepat tersalur,” ujar Kapoksi PDI-P di Komisi V DPR RI ini, usai mengawal penyaluran BST di Kecamatan Tomini, Selasa (12/5/20).

Dikatakannya, Pemkab Bolsel juga tanggap dalam mengambil kebijakan mengantisipasi dampak ekonomi sosial.

“Pemkab Bolsel cepat mengambil langkah dengan menyalurkan bantuan Sembako untuk masyarakat kurang mampu yang terdampak pandemi sebelum BST Kemensos disalurkan,” kata eks Bupati Bolsel 2 periode ini.

H2M mengimbau, bantuan sosial baik dari pemerintah pusat, daerah maupun desa, tidak dijadikan pertentangan di tengah masyarakat.

“Jangan ada pertentangan. Jika ada yang berhak mendapat bantuan namun belum menerima, silahkan melapor kepada kepala desa untuk didata,” imbaunya.

Dicontohkannya, warga yang kerja di luar daerah di PHK (pemutusan hubungan kerja, red) akibat pandemi COVID-19, otomatis kehilangan sumber penghasilan saat pulang kampung.

Warga tersebut katanya, berhak menerima bantuan.

“Jika tidak tercover dalam BST, maka desa wajib mencover dalam BLT. Begitu juga dengan orang tua yang memiliki penyakit kronis. Ini menjadi tanggung jawab kepala desa,” terangnya.

Masyarakat katanya, tidak perlu khawatir. Pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk penanganan COVID-19 jika masa darurat berlanjut hingga Desember mendatang.

“Selain pemerintah pusat, pemerintah daerah hingga desa telah menyiapkan anggaran. Untuk daerah dan desa tinggal menunggu aturan turun dari pusat agar penyaluran tidak tumpang tindi. Untuk Bolsel, pemerintah daerah bahkan masih ada cadangan beras 300 ton belum tersentuh,” ujarnya.

Menurutnya, dibutuhkan kesabaran dan disiplin dalam menghadapi darurat pandemi COVID-19.

“Sabar menjalani cobaan Allah SWT dengan terus berikhtiar. Disiplin dalam menjalankan anjuran pemerintah khususnya protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 merupakan bentuk ikhtiar kita,” katanya.

“Masyarakat juga harus jujur. Jika ada keluarga dari luar daerah yang pulang kampung, segera melapor ke sangadi (kepala desa,red). Nantinya sangadi akan melapor ke petugas kesehatan untuk penanganannya. Jangan panik tapi tetap waspada,” tambahnya.

Dirinya juga mengimbau masyarakat tidak terprovokasi terkait pembatasan kegiatan di rumah ibadah.

“Jangan ada isu pemerintah melarang salat. Salat kewajiban umat Islam. Pemerintah tidak melarang itu. Pemerintah meniadakan salat berjamaah baik di masjid dan musala selama darurat COVID-19. Mari kita salat di rumah masing-masing,” tukasnya.

***Roslely Sondakh

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional