Menu

Tak Serentak, Juli-Agustus Pengucapan Minahasa

  Dibaca : 112 kali
Tak Serentak, Juli-Agustus Pengucapan Minahasa
Royke Roring

Tidak Menerima Tamu

MINAHASA—Pengucapan di Kabupaten Minahasa, berbeda dari sebelumnya. Tahun 2020 ini seiring dengan pandemi wabah COVID-19, pelaksanaan pengucapan dilaksanakan tidak serentak. “Juli hingga Agustus adalah pengucapan di Minahasa. Tidak dilaksanakan serentak karena masih pandemi virus korona,” ungkap Bupati Minahasa Dr Royke O Roring.

Berdasarkan surat edaran Bupati tentang bulan pengucapan syukur Kabupaten Minahasa, nomor 639/BM-VII-2020, tanggal 17 Juli 2020, menerangkan Minahasa gelar bulan pengucapan dyukur di akhir bulan Juli sampai dengan bulan Agustus 2020. Menurut Bupati, tidak ada hari atau tanggal khusus dalam pelaksanaan pengucapan syukur di Kabupaten Minahasa di tahun 2020 ini. “Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi berkumpulnya warga pada pengucapan syukur,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan surat edaran ini dikeluarkan berdasarkan rapat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Pemkab Minahasa pada Kamis 16 Juli 2020. Dijelaskan pengucapan syukur dilaksanakan tidak serentak dan berlangsung pada akhir bulan Juli dan sepanjang bulan Agustus 2020 dirangkaikan dengan syukur HUT ke-75 Kemerdekaan RI dan tetap memperhatikan zona risiko COVID-19 di masing-masing Desa/Kelurahan walaupun penetapan zona ini bisa berubah kapan saja sesuai perkembangan kasus di masing-masing wilayah. “Pengucapan Syukur tidak dalam bentuk pesta dan mengikuti anjuran protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah,” terang Bupati.

Ditambahkannya, Ibadah dilaksanakan di rumah ibadah dan rumah masing-masing, warga tidak diperkenankan menjamu tamu yang berkunjung termasuk warga yang dari luar Minahasa. Dihimbau juga agar tidak menyediakan konsumsi di rumah ibadah untuk tamu juga di rumah warga hanya untuk keluarga di dalam rumah itu saja termasuk tidak menyediakan dan mengonsumsi minuman keras. Kegiatan ibadah yang dilakukan di rumah ibadah diingatkan lagi untuk mengikuti protokol kesehatan termasuk tidak berjabat tangan. Sementara itu kepada tim pemantau COVID19 melakukan pengawasan terhadap kebijakan ini. “Semua masyarakat diharapkan agar tetap memperhatikan protap kesehatan yang telah dianjurkan oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa. Semua ini untuk menekan dan pemutusan mata rantai penyebaran COVID-19,” tukas Bupati.

Diketahui, pengucapan Minahasa sudah dimulai (19/7) lalu di Langowan Utara. Meski berbagai keterbatasan namun pengucapan dilaksanakan dengan sederhana. Bahkan, untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung, pemerintah desa melakukan penutupan lorong-lorong di desa dan dijaga oleh aparat. “Ini untuk menindaklanjuti instruksi bupati dalam pencegahan virus korona. Untuk pengucapan kali ini tidak diperkenankan adanya tamu ataupun pengunjung dari luar desa,” pungkas Hukum Tua Desa Walantakan Nike Sembel. (ric/jly)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional