Menu

Loka-POM Sangihe Gelar Bimtek dan Rapid Test Pangan

  Dibaca : 22 kali
Loka-POM Sangihe Gelar Bimtek dan Rapid Test Pangan
Pedagang Pasar Towo'e menerima materi dari Kepala LOKA POM.

SANGIHE — Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) di Kabupaten Sangihe, bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Cara Ritel Pangan yang Baik di Pasar Tradisional. Bertempat di Pasar Towo’e, Kecamatan Tahuna, Bimtek dihadiri kurang lebih 20 pelaku ekonomi, mulai dari pedagang hingga penanggung jawab pasar. Kepada Indo Post, Kepala Loka POM Oktavianus Mamondol, menyatakan jika sesuai data pemeriksaan pada tahun 2019, untuk sarana distribusi pangan, belum memenuhi syarat. “Makanya kita mengedukasi pedagang supaya bisa melakukan praktek perdagangan (ritel, red) pangan dengan baik, dimana disitu kita sampaikan pedoman jual beli pangan yang baik,” ungkap Mamondol, sembari menyatakan jika giat tersebut bisa menarik perhatian masyarakat dalam sesi tanya jawab yang sudah berjalan dengan baik. “Hal itu bisa dibuktikan pada keberhasilan pedagang dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kami berikan seputar materi,” imbuhnya. Sementara itu, Kabid Perdagangan di Dinas Perindag, Fera Masoara, menyatakan, melalui kerja sama antara kedua pihak, faktor keamanan prodak dagangan menjadi prioritas, karena sudah pasti akan berdampak pada keselamatan konsumen. “Penggunaan bahan berbahaya dalam produk pangan tentu sangat berbahaya. Dan itu yang terus diingatkan kepada pedagang, melalui giat bersama ini. Meskipun memang hingga saat ini belum ditemukan adanya tindak kecurangan lewat pencampuran bahan ilegal untuk pangan yang dijual, tapi langkah kewaspadaan tidak akan pernah dikendorkan untuk keselamatan masyarakat,” kunci Masoara. Diketahui sebelum Bimtek, kedua instansi telah lebih dahulu melakukan uji coba, sekaligus pengujian cepat (Rapid test, red) pada sekira 30 sampel pangan yang notabene rawan dicampurkan bahan-bahan berbahaya, antara lain tahu, mie basah, hingga kue basah.  Mamondol menyatakan, dari hasil uji sampel tersebut keseluruhan prodak hasilnya negatif, dalam artian tidak mengandung bahan-bahan berbahaya berupa Formalin, Borax, Methanyl Yellow, dan Rohdamind B. “Jadi prodak yang sudah kami beli, terlebih dahulu disiapkan, kemudian dicampur dengan bahan untuk rapid test  di fasilitas mobil lab yang kami miliki. Hasilnya bisa dilihat dari indikator warnanya,” jelas Mamondol. Lebih lanjut, dirinya menjelaskan rapid test tersebut sedianya baru sekedar screening awal. Sehingga apabila menunjukan hasil positif, artinya prodak tersebut diduga mengandung bahan berbahaya, dan memerlukan penelitian lanjutan di laboratorium Manado. “Tapi melalui screening awal ini, sudah bisa diketahui hasilnya negatif, sehingga bisa langsung dinyatakan bebas dari kandungan-kandungan bahan berbahaya dimaksud, dan memenuhi syarat untuk dikonsumsi,” kuncinya. (ger)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional