Menu

Ribuan KK Bolsel-Bolmong ‘Korban’ Banjir-Longsor

  Dibaca : 114 kali
Ribuan KK Bolsel-Bolmong ‘Korban’ Banjir-Longsor
MUSIBAH: Banjir dan longsor menyebabkan fasilitas umum menjadi terputus. Kemudian, ribuan rumah warga terendam dan penuh dengan lumpur.

Perekonomian Warga Menjadi Lumpuh

BOLMONG RAYA — Bencana banjir dan longsor menerjang wilayah lima kecamatan di Bolsel dan Dumoga Bersatu, Bolmong pekan lalu. Akibatnya, ribuan kepala keluarga (KK) menjadi ‘korban’ (terdampak banjir dan longsor). Selain itu, perekonomian masyarakat menjadi lumpuh akibat putusnya akses jalan.

Tercatat,  di Bolsel sebanyak 7.672 KK (lihat grafis) yang rumahnya penuh dengan lumpur karena air sungai meluai sampai ke pemukiman. Begitu juga dengan fasilitas umum lainnya.

Berdasarkan informasi diperoleh, banjir di Kecamatan Bolaang Uki dan Kecamatan Helumo, terjadi sekira pukul 01.30 Wita Jumat (24/7/20), akibat hujan deras sejak pukul 23.30 Wita, Kamis (23/7/20), yang menyebabkan Air Sungai Bolangaso dan Tuluaya meluap.

Sedangkan Kecamatan Pinolosian dan Kecamatan Tomini terjadi sekira pukul 01.00 Wita, Sabtu (25/07/20), akibat curah hujan cukup tinggi sejak pukul 19.30 Wita, Jumat (24/07/20) yang menyebabkan air sungai di wilayah tersebut meluap ke pemukiman warga. Untuk Kecamatan Posigadan terjadi Minggu (26/7/20) akibat hujan deras yang berlangsung semalam menyebab luapan air sungai di wilayah setempat. Ketinggian air di lima Kecamatan tersebut variatif antara 50 sampai 100cm.

Sesuai data  dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolsel, jumlah warga terdampak banjir tertinggi berada di Kecamatan Bolaang Uki dengan total 4.009 KK. Kecamatan Bolaang Uki juga menjadi wilayah terparah dalam bencana alam tersebut. Saat banjir terjadi, sejumlah warga dievakuasi oleh tim Tagana BPBD Bolsel bersama anggota TNI-Polri ke balai desa masing-masing dan rumah penduduk yang tidak terdampak.

Kepala BPBD Bolsel Daanan Mokodompit melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik  Syarifudin Suterto mengatakan, data warga terdampak banjir masih bersifat sementara. “Tim BPBD saat ini masih berada di lapangan melakukan pendataan di Kecamatan Posigadan dan Kecamatan Pinolosian Tengah,” kata Syarifudin, kemarin.

Dia mengatakan, hujan deras tidak hanya mengakibatkan banjir. Tanah longsor juga terjadi di sejumlah titik di Bolsel. Di antaranya, Jalan trans penghubung Kabupaten Bolsel-Bolmong, pohon tumbang dan material menutupi badan jalan sekira 7 meter hingga kendaraan roda empat dan dua tidak bisa melintas. Longsor juga terjadi di Desa Lungkap, Mataindo dan Kombot.

“Akses  Bolmong (Bolangaso)-Bolsel (Molibagu) saat ini belum bisa dilintasi karena ada badan jalan yang ambruk. Dampak bencana lainnya, debit air melebihi batas dan arus kecang mengakibatkan jembatan Bakida ambruk. Padahal itu merupakan akses transportasi satu-satunya antara Provinsi Gorontalo-Bolsel,” tuturnya.

“Untuk korban jiwa, satu warga. Beliau Sangadi Bakida yang hanyut terseret arus sungai dan saat ini sudah masuk hari ketiga pencarian. Untuk kerugian materi masih dalam pendataan,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Hi Iskandar Kamaru, yang rutin  turun ke seluruh lokasi bencana sejak kejadian mengatakan, bencana banjir yang terjadi tahun 2020 hampir sama dengan 2008 silam.

“Banjir kali ini, di hari Jumat hanya Kecamatan Bolaang Uki dan Tomini. Tapi pada hari Sabtu, Kecamatan Pinolosian dan Tomini juga dilanda banjir,” kata bupati, saat meninjau dapur umum Pemkab Bolsel untuk korban banjir, Sabtu (25/7/20).

Diungkapkannya,  dirinya belum menerima laporan adanya korban jiwa. “Selain laporan hanyutnya Sangadi Bakida Reslan Ibrahim, saya belum menerima laporan korban jiwa,” ungkapnya.

Adanya bencana alam  kata bupati, Pemkab Bolsel melalui instansi teknis telah menyalurkan bantuan logistik sesuai kebutuhan masyarakat yang terdampak. “Saya juga menginstruksikan membuat dapur umum untuk melayani masyarakat terdampak khususnya yang berada di pengungsian. Dapur umum di ibu kota melayani warga Desa Molibagu, Soguo, Toluwaya, Popodu, Pintadia dan Sondana. Untuk Tolondadu Satu dan Dua dibuatkan dapur umum sendiri. Begitu juga di Kecamatan Tomoni, Helumo dan Posigadan. Tiga wilayah ini dikoordinir para camat. Untuk wilayah Kecamatan Pinolosian Bersatu dipatau langsung bapak Wakil Bupati (Deddy Abdul Hamid,red),” kata bupati.

“Ini semua merupakan kepedulian dan perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat. Derita mereka derita kita semua,” tambahnya.

Kesempatan tersebut, bupati juga mengimbau masyarakat tetap waspada. “Alhamdulillah air mulai surut. Tapi hujan masih terus mengguyur Bolsel. Dalam kondisi cuaca seperti ini semua harus berhati-hati. Mari kita menerima cobaan ini dengan penuh kesabaran. Bolsel harus kuat, Bolsel Bangkit,” ujarnya. Imbauan yang sama disampaikan Wabup Deddy Abdul Hamid. “Para sangadi harus tanggap dan mengimbau masyarakat di wilayah masing-masing untuk waspada. Warga  yang tinggal di kebun khususnya bantaran sungai saya minta  pulang ke rumah dulu atau mengungsi di rumah saudara sampai keadaan kembali kondusif.  Cuaca saat ini rawan banjir dan tanah longsor,” imbau Wabup usai meninjau desa-desa terdampak banjir dan kerusakan fasilitas pemerintah akibat bencana, di Kecamatan Pinolosian Tengah, kemarin. Sekadar informasi, saat ini air mulai surut. Masyarakat dibantu Tim Tagana BPBD Bolsel, TNI Polri mulai melakukan pembenahan.

Di sisi lain, hingga Minggu malam (26/07/20), wilayah Dumoga Bersatu yang diterjang banjir masih lumpuh total. Berbagai jalan penghubung kecamatan dan kabupaten ada yang belum bisa dilalui kendaraan karena rusak diterjang air.

“Banyak fasilitas berupa jalan yang rusak. Selain itu, beberapa wilayah masih terendam,” ungkap Kepala Bidang Penanggulangan Darurat Bencana BPBD Bolmong Rafik Alamri, kemarin.

Berdasarkan data yang diperoleh Indo Post, sejumlah wilayah di Dumoga Barat, Dumoga Tengah dan Dumoga Utara, terendam banjir akibat hujan deras Sabtu, (25/07/20) akhir pekan lalu (lihat grafis, red). Bahkan, Bendungan Kasinggolan dan Toraut harus dibuka karena daya tampung air sudah melebihi kapasitas. Sehingga, air menggenangi perumahan warga. “Hingga kini kami masih terus mendata dampak bencana tersebut,” jelas Rafik.

Ia mengungkapkan, taksiran kerugian mencapai ratusan miliar rupiah. “Ya saat ini kita sedang mendata semua desa, tinggal dua desa lagi yang belum, nanti setelah itu baru kita rekap datanya. Belum ada angka pasti. Tapi, kita taksir sementara ini kerugian mencapai miliaran rupiah, karena selain bangunan fisik, ada juga lahan perkebunan yang ikut diterjang banjir,” kata Rafik.

Selain itu kata dia, untuk rumah pun ada beberapa kategori kerusakan. “Ada yang kategori rusak berat, rusak ringan, bahkan ada yang hanyut,” tuturnya. Ditambahkan, pihaknya segera membenahi jalan alternatif agar mobilitas masyarakat dapat berjalan kembali. “Mulai Senin (27/07/20) esok, kita akan lakukan pembenahan jalan alternatif via saluran irigasi Bendung Kosinggolan, karena di situ banyak lubang-lubang besar sehingga yang bisa lewat hanyalah kendaraan-kendaraan tertentu. Kita akan menimbun lubang-lubang tersebut agar semua kendaraan boleh lewat,” bebernya.

Untuk panjang jalan alternatif tersebut, menurut Rafik, cukup jauh. Kurang lebih 3 Km. “Untuk akses di jembatan Kosio pun sedang dibenahi. “Sejak pagi tadi, Balai Jalan sudah mulai membangun jembatan darurat,” tutupnya. (lel/jly/zly)

Data Masyarakat Banjir di Dumoga Raya, Bolmong

*Kecamatan Dumoga Barat:

  1. Desa Doloduo :

– 17 Unit Rumah terdampak

(19 KK / 60 Jiwa)

  1. Desa Doloduo III :

– 25 Unit Rumah terdampak

(25 KK / 75 Jiwa)

– Jalan Penghubung Desa Doloduo III – Desa Toraut Amblas.

  1. Desa Ikhwan :

– 10 Unit Rumah terdampak

(11 KK / 35 Jiwa)

  1. Desa Wangga Baru :

– 29 Unit Rumah terdampak

(32 KK / 96 Jiwa)

  1. Desa Matayangan :

 

– Terjadi 10 titik Longsoran pada ruas jalan Doloduo-Molibagu.

*Kecamatan Dumoga Tengah

  1. Desa Kosio Induk :

– 8 Unit Rumah terdampak

(14 KK / 39 Jiwa)

– Jembatan Kosio Penghubung amblas.

  1. Desa Kosio Barat :

– 170 Unit Rumah terdampak

(200 KK / 600 Jiwa)

*Kecamatan Dumoga Utara

  1. Desa Dondomon :

– Masih dalam pendataan

  1. Desa Dondomon Utara :

– Masih dalam Pendataan

  1. Desa Dondomon Selatan :

– Masih dalam Pendataan

Sumber: BPBD Bolmong

Data Masyarakat Terdampak Banjir per Kecamatan di Bolsel 

Kecamatan          Desa    Jiwa          KK

Bolaang Uki         15        13.500     4009

Helumo                 2          1.760       360

Tomini                  1           816          237

Pinolosian           10         8.454 (Data belum  Masuk)                                  2.806

Posigadan           4  (Data belum masuk)      260

Total                                  24.530     7.672

CAT: data bersifat sementara

Sumber: BPBD Bolsel

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional