Menu

31 Desa di Bolsel Krisis Air Bersih

  Dibaca : 102 kali
31 Desa di Bolsel Krisis Air Bersih
Tampak Pipa induk di SPAM IKK Pinolosian

Pipa Induk Putus, Sumur Keruh

Pemkab Siapkan Tangki, Makanan dan Obat-obatan

BOLSEL – Masyarakat 31 desa yang tersebar di Kabupaten Bolsel, mulai kekurangan air bersih akibat bencana banjir akhir pekan lalu. Terinformasi, pipa induk dan jaringan sistem penyediaan air minum (SPAM) di empat kecamatan putus diterjang banjir. Sementara banyak sumur milik warga belum bisa digunakan karena air keruh akibat lumpur.

Sebanyak 31 desa yang kekurangan air bersih tersebar di empat kecamatan. Yakni Kecamatan Bolaang Uki 14 desa, Pinolosian 10 desa, Pinolosian Tengah (Pinteng) 2 desa dan Kecamatan Helumo 5 desa (lihat grafis).

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Teddy Menika melalui Kabid Ciptakarya Arman Dali, pipa induk di SPAM IKK (ibu kota kecamatan,red) Pinolosian dan IKK Molibagu, putus diterjang derasnya arus air banjir bercampur lumpur.

“Selain itu sejumlah pipa jaringan menuju pemukiman warga juga putus,” kata Arman, Senin (27/07/20).

Petugas lapangan, katanya, sudah turun melakukan pemeriksaan jumlah pipa yang rusak.

“Proses perbaikan pipa induk dan jaringan yang rusak bisa berlangsung sebulan. Tapi kita upayakan lebih cepat dari perkiraan,” kata Arman.

Untuk Kecamatan Pinolisian Tengah dan Helumo lanjut Arman, pipa induk dan jaringannya baik-baik saja. Namun air di bak penampung tidak bisa digunakan karena keruh.

“Air di bak penampung sudah bercampur lumpur  sehingga tidak bisa lagi dikonsumsi warga,” kata Arman.

Meski demikian katanya, warga terdampak tidak perlu khawatir. Pemerintah daerah telah mengantisipasi hal tersebut. “Pemerintah daerah bekerja sama dengan Balai PPW Sulut mulai menyalurkan air bersih kepada masyarakat. Ada dua mobil tangki kapasitas 4.000 liter yang beroperasi tiap hari melayani masyarakat ,” kata Arman.

Di sisi lain, warga  terdampak dibantu ASN jajaran Pemkab Bolsel, TNI dan anggota Polres Bolmong dan Kotamobagu, mulai membersihkan lumpur bercampur sampah di rumah masing-masing. Pemerintah daerah sendiri tidak lepas tangan terkait kebutuhan warga terdampak. Selain menyalurkan bantuan logistik dan sembako, Pemkab Bolsel juga membuka dapur umum di wilayah terdampak.

“Pemkab melibatkan semua instansi, TP PKK dan Dharma Wanita Bolsel untuk memasak di dapur umum. Usai dimasak, makanan dibungkus dan dibagikan kepada warga terdampak,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Bolsel Aldy Gobel.

Dapur umum tidak hanya dipusatkan di ibu kota. Tapi semua wilayah terdampak. “Minimal satu dapur umum melayani lima desa terdampak. Dapur umum ibu kota dikoordinir bapak bupati, di Kecamatan Pinolosian Bersatu pak wabup dan di sejumlah kecamatan di koordinir para camat. Dalam penyaluran makanan bungkus, kita dibantu anggota TNI dan Polri,” kata Aldy.

Selain itu, Aldy mengatakan, warga terdampak juga mendapat pelayanan kesehatan gratis. “Jadi selain memastikan ketersediaan makanan, pemerintah daerah juga memperhatikan kondisi kesehatan warga terdampak. Puskesmas di wilayah aktif turun ke desa untuk pelayanan kesehatan gratis,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Hi Iskandar Kamaru mengatakan, Pemkab Bolsel akan menjamin ketersediaan makanan bagi warga terdampak selama belum bisa beraktivitas.

“Dapur umum akan tetap dibuka selama warga terdampak belum bisa beraktifitas seperti biasa. Begitu juga dengan pelayanan kesehatan,” kata bupati.

Selain itu, bupati menginstruksikan seluruh ASN membantu warga membersihkan lingkungan dan rumah terdampak banjir.

“ASN harus menjadi pelopor dan penggerak masyarakat terlebih di tengah bencana. Bantu masyarakat bersih-bersih rumah dan lingkungan,” ujarnya.

Bupati juga mengajak masyarakat terus berdoa agar tidak terjadi bencana banjir dan longsor susulan. “Tetap berdoa Insaa Allah banjir tidak lebih parah. Jaga kesehatan, hindari tempat-tempat rawan bencana. Segera mengungsi juga situasi tidak kondusif,” imbau bupati.

Sementara itu, Indrawati Gobel warga Desa Toluaya Kecamatan Bolaang Uki mengatakan, keluarganya hingga saat ini masih tinggal di tempat pengungsian (Balai Desa). Tapi, siang hari suaminya pulang untuk membersihkan rumah. “Pagi suami saya pulang membersihkan rumah, malamnya balik lagi ke sini. Saya memilih belum kembali karena rumah masih berserakan dan penuh lumpur, terlebih saya memiliki anak bayi.  Insaa Allah kalau sudah memadai kami akan kembali ke rumah,” kata Indrawati.

Dirinya mengaku bersyukur selama dipengungsian mendapat pelayanan yang baik. “Alhamdulillah kami di sini mendapat perlakukan baik. Tidak kekurangan makanan bahkan saya mendapat bantuan popok dan susu untuk anak saya dari pak bupati,” aku Indrawati. (lel/zly)

Daftar Desa Kekurangan Air Bersih Akibat Banjir

* Bolaang Uki

1.Pilolantungan

2.Salango

3.Salango Barat

4.Salango Timur

  1. Soguo
  2. Toluaya
  3. Molibagu
  4. Popodu
  5. Pintadia
  6. Sondana
  7. Tolondadu II
  8. Tolondadu 1
  9. Tolondadu
  10. Tabilaa

* Pinolosian

  1. Linawan 1
  2. Linawan
  3. Nunuk
  4. Pinolosian
  5. Ilomata
  6. Pinsel

7.Tolotoyon

  1. Kombot
  2. Kombot Timur
  3. Lungkap

* Pinolosian Tengah

  1. Mataindo
  2. Mataindo Utara

* Helumo

  1. Bakida
  2. Transpatoa
  3. Halabolu

4.Duminanga

  1. Biniha

Sumber: Cipta Karya, Dinas PU Bolsel.

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional