Menu

Batas Pencarian Sangadi di Bolsel yang Terseret Arus Berakhir Kamis

  Dibaca : 187 kali
Batas Pencarian Sangadi di Bolsel yang Terseret Arus Berakhir Kamis
MUSIBAH: Tampak suasana Pantai Bakida saat masyarakat dan tim gabungan tim bersiap melakukan pencarian Sangadi Bakida.

BOLSEL – Pencarian Sangadi Bakida Reslan Ibrahim (42) yang hanyut terseret arus sungai di desa setempat, masih terus berlangsung. Selang lima hari lamanya pencarian dilakukan tim gabungan yang terdiri dari anggota Basarnas, tim Sabara Polda Sulut, Brimob, anggota Polres Bolsel dan Polres Kotamobagu, penyelam Bolsel Diving Club (BDC) serta masyarakat setempat. Namun hingga kini hasilnya masih ‘nihil’ (belum ditemukan tanda-tanda korban). Sedangkan, sesuai peraturan tetap (Protap) ditetapkan batas pencarian sampai Kamis (30/07/20), esok.

“Ini sudah hari kelima pencarian oleh tim gabungan. Tapi, sampai sekarang hasilnya masih nihil,” ungkap Kepala Pos Basarnas Kotamobagu wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR) Nuriadi Gumeleng, ditemui disela-sela kesibukannya di Pantai Bakida, Selasa (28/07/20).

Nuriadi menuturkan, dalam pencarian tim menggunakan satu perahu karet Basarnas dan satu perahu karet milik Polda Sulut. Selain itu, masyarakat juga menggunakan perahu katinting.

“Kita sudah mencari di lautan lepas sejauh satu mil dari pesisir pantai. Hari ini (kemarin,red), satu tim diarahkan ke Pantai Molibagu. Kemudian, kita juga terus menyisir aliran sungai. Dalam sehari kita melakukan pencarian selama 10 jam,” tuturnya.

Nuriadi mengakui, tim gabungan agak kesulitan dalam pencarian tersebut. “Cuaca buruk menjadi kendala kami. Hujan, angin dan gelombang tinggi. Untuk hari ini cuacanya agak mendingan dibanding kemarin,” akunya.

Menurutnya, pihaknya akan terus memaksimalkan pencarian hingga batas yang ditentukan. Sesuai Protap katanya, lama pencarian satu minggu.

“Target pencarian Tujuh hari itu sesuai Protap. Tapi, bisa diperpanjang. Semua tergantung permintaan pemerintah daerah dan masyarakat. Selain itu, kita juga melakukan evaluasi hasil selama tujuh hari. Jika memang dalam tujuh hari  ditemukan adanya tanda-tanda, kita bisa perpanjang pencarian,” kata Nuriadi.

Sementara itu, Camat Helumo yang juga Ketua Tim Pancarian Noldi Tangahu mengatakan, pencarian memang ditargetkan selama 7 hari. Namun, pemerintah kecamatan kembali akan mengevaluasi hal tersebut.

“Setelah satu minggu kita evaluasi dengan melibatkan seluruh kepada desa di Kecamatan Helumo, tokoh masyarakat, tokoh adat, masyarakat khususnya keluarga. Jika mereka sepakat akan diperpanjang, kita atur lagi strateginya,” kata Noldi, ditemui di tepi pantai Bakida.

Lanjutnya, bebagai upaya telah dilakukan dalam pencarian tersebut. Selain menyisir aliran sungai, pencarian di laut lepas, masyarakat juga melakukan zikir bersama.

“Kita fasilitasi inisiatif dari BKMT melakukan zikir dan doa bersama agar pak sangadi segera ditemukan. Kita juga sudah meminta saran dari para toko adat dan sesepuh. Ini semua sebagai bentuk ikhtiar. Apapun hasilnya kita tetap berpasrah kepada maha pencipta,” kata Noldi.

“Keluarga juga sejak hari pertama sudah menggelar doa bersama di rumah,” tambahnya.

Di tempak yang sama, tokoh masyarakat setempat Eus Daus mengatakan, masyarakat sangat antisuias dalam pencarian. Mereka bahkan nekat menyelam dengan peralatan seadanya.

“Sudah lima hari ini masyarakat terus berdatangan melakukan pencarian. Bahkan malamnya mereka menggunakan senter untuk memantau lokasi dan menyisir aliran sungai dan pesisir pantai,” kata Eus.

Menurut Eus, informasi sudah ada tanda-tanda korban dengan ditemukan jaket hitam dan payung berwarna biru, tidak benar.

“Selaku keluarga saya sudah mengklarifikasi itu. Saat kejadian pak sangadi menggunakan kaos biru celana coklat, sendal merah. Jadi, sampai hari ini memang belum ada tanda-tanda. Kita akan terus berupaya dengan berbagai bentuk ikhtiar hasilnya kita serahkan kepada Allah SWT,” kata Eus.

Sebelumnya, Bupati Hi Iskandar Kamaru mengaku optimis Sangadi Bakida bisa ditemukan. “Mari kita terus berdoa dan berikhtiar agar pak sangadi segera ditemukan,” ujarnya.

Sekadar diketahui, sekira pukul 07.00 Wita, Jumat (24/07/20) Sangadi Bakida Reslan Ibrahim meninjau rumah warganya yang terendam banjir akibat. Mendapat informasi Jembatan Bakida nyaris ambruk karena debit air yang tinggi dan arus, dirinya bergegas ke lokasi. Sesampainya, sangadi menuju ke tepi sungai untuk melihat kaki jembatan yang mulai miring. Naas, tanah yang dipijaknya ambruk tergerus arus air sungai. Saat itu juga sangadi jatuh ke sungai. Warga yang juga berada di lokasi sudah melakukan upaya penyelamatan dengan membentangkan bambu ke arah tangan sangadi. Sayangnya, upaya tersebut tidak berhasil. Sangadi hanyut terseret arus air sungai dan hingga hari ke lima belum ditemukan. (lel/zly)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional