Menu

Miris, Pesona Puncak Gunung Awu Dipenuhi Coretan

  Dibaca : 149 kali
Miris, Pesona Puncak Gunung Awu Dipenuhi Coretan
BERUSAHA: Sejumlah pemuda Mala Tiwelo, dedang membersihkan coretan di puncak Gunung Awu.

SANGIHE — Salah satu destinasi wisata di Kabupaten Sangihe yang digandrungi wisatawan yakni pendakian puncak Gunung Awu. Sayangnya, pesona puncak Awu belakangan ini telah tercoreng oleh coretan hasil vandalisme oknum-oknum tak bertanggung jawab. Meski begitu, beruntung masih ada sekelompok anak muda yang terpanggil melakukan pembersihan meski hanya dengan peralatan seadanya. Adalah sejumlah pemuda kampung Mala Tiwelo, Kecamatan Tabukan Utara (Tabut), yang terpanggil. Berbekal peralatan hasil sumbangan para donatur, tim berjumlah 14 orang ini sudah mampu membersihkan di puncak gunung Awu. Hermanto Mohonis, Budayawan sekaligus pengajar di SMA N 1 Tabut yang menjadi ketua tim, menyatakan jika operasi pembersihan memang sedianya sudah direncanakan, mengingat status gunung Awu sebagai salah satu spot wisata, bahkan yang lebih genting lagi menyimpan banyak situs bersejarah. “Memang sangat disayangkan apa yang dilakukan oleh masyarakat yang datang ke gunung Awu ini. Banyak dari mereka yang kurang beretika. Hasilnya, selain membuang sampah diatas gunung, mereka juga mencoret-coret batu besar, padahal ada beberapa yang merupakan situs bersejarah,” ungkap Mohonis kepada Indo Post, Selasa (28/07/20). Lebih lanjut dijelaskannya, usaha yang tim tersebut lakukan, sudah bisa membersihkan sekira 60 persen dari hasil Vandalisme di jalur pendakian Tabukan Utara tersebut. Namun, gebrakan tersebut tentu akan dilanjutkan lagi agar bisa dilaksanakan secara tuntas. “Kali ini, memang hanya menggunakan tiner, kertas pasir, dan sikat besi yang ternyata tidak ampuh, mengingat vandalisme ini sudah berlangsung lama. Makanya akan kami lanjutkan dengan bahan yang lebih kuat, seperti soda api dan remove paint,” sebutnya. Dia pun berharap agar kedepannya bisa ada ketegasan dari Pemerintah desa dan penanggung jawab jalur pendakian, agar bisa meningkatkan kedisiplinan para pendaki baik melalui aturan-aturan yang diberlakukan, atau memberlakukan sistem pendamping. “Sasarannya satu. Kalau memang gunung Awu bisa dimanfaatkan sebagai spot wisata, maka keasrian gunung yang dipenuhi sejarah panjang perkembangan Bumi Tampungang Lawo ini, wajib diperketat,” kuncinya. (ger)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional