Menu

Bolmong Kembali Diterjang Banjir

  Dibaca : 43 kali
Bolmong Kembali Diterjang Banjir

Giliran Kecamatan Dumoga, 149 Rumah Terendam

BOLMONG — Bencana di Kabupaten Bolmong belum berakhir. Setelah Kecamatan Dumoga Barat, Dumoga Tengah dan Dumoga Tenggara yang diterjang banjir, kali ini giliran Kecamatan Dumoga terendam pada Rabu (29/7/2020) kemarin.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Indo Post, sebanyak 149 rumah di enam desa, tergenang banjir akibat meluapnya Sungai Matubing, Sungai Pusian, dan drainase di areal permukiman.  “Enam desa di Kecamatan Dumoga tergenang banjir yakni Toruakat, Pusian, Pusian Selatan, Pusian Barat, dan Mototabian. Sedangkan di Kecamatan Dumoga Timur yakni Desa Mogoyunggung 1,” kata Kabid Penanggulangan Bencana BPBD Bolmong, Rafik Alamri.

Terinformasi, hujan deras yang terjadi sejak Selasa (28/7/2020) lalu membuat air meluap pada Rabu subuh. Alhasil, sejak subuh itu masyarakat sudah keluar rumah untuk mengevakuasi berbagai barang-barang berharga yang bisa diselamatkan. “Ketinggian air di lokasi banjir bervariasi dari 20-80 sentimeter,” ujar Rafik.

Sementara itu, Plt Camat Dumoga Rahmat Molo, mengingatkan warga agar tidak panik dan tetap meningkatkan kewaspadaan karena saat ini masih dalam keadaan musim penghujan. “Tetap tingkatkan kewaspadaan, tapi jangan juga terlalu panik,” imbaunya.

Sebelumnya, Dumoga Raya diterjang banjir pada akhir pekan lalu. Bencana ini menyebabkan berbagai fasilitas publik dan akses jalan serta jembatan putus karena dasyatnya banjir yang melanda Kecamatan Dumoga Barat, Dumoga Tengah dan Dumoga Utara.

Bupati Bolmong Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow mengungkapkan saat ini pemerintah sedang menghitung kerugian akibat dampak banjir yang menerjang di tiga kecamatan.

“Namun langkah awal yang dilakukan pemerintah adalah menyiapkan semua kebutuhan bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat yang terkena dampak banjir dan tanah longsor,” ujar Yasti saat mengunjungi beberapa desa yang terdampak banjir.

Yasti tak menepis jika dampak banjir yang terjadi di sejumlah desa yang ada di tiga kecamatan, membawa dampak bagi para petani. Keprihatinan itu karena banyak lahan persawahan dan areal tanaman jagung rusak akibat banjir. “Pemerintah sudah siapkan bibit padi dan jagung untuk mengganti kerugian yang dialami petani,” jelasnya.

Terinformasi Bupati Yasti melihat langsung kondisi jembatan yang putus di Desa Kosio, Kecamatan Dumoga Tengah. Ia juga berdialog dengan para petugas dari Balai Pelaksanaan Jalan XV Sulut terkait progres pekerjaan jembatan. Bahkan, Bupati dan rombongan kemudian menyeberang menggunakan rakit bambu untuk mengunjungi masyarakat di seberang jembatan putus, setelah itu kembali ke posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengecek logistik.

Dari Desa Kosio, bupati dan rombongan mengunjungi Desa Matayangan Kecamatan Dumoga Barat. Di desa yang berbatasan dengan Kabupaten Bolsel ini, bupati juga mengecek bantuan yang disalurkan dan berdialog dengan masyarakat tentang bantuan-bantuan lain mendesak. Bupati kemudian menuju ke Desa Dondomon Selatan Kecamatan Dumoga Utara. Orang nomor satu ini sudah ditunggu masyarakat terdampak di kediaman sangadi (kepala desa) Jein Raintung. ”Pemkab akan menyalurkan bantuan berupa beras, ikan kaleng, susu dan sabun mandi, dan posko kesehatan untuk pengobatan gratis,” pungkas Yasti. (jly)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional