Menu

Bolsel Kembali Dilanda Banjir dan Longsor

  Dibaca : 23 kali
Bolsel Kembali Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati Hi Iskandar Kamaru bersama rombongan saat meninjau lokasi bencana di bolsel.

Ketinggian Air Capai 1,5 M, Akses Jalan Lumpuh

BOLSEL — Baru saja surut, wilayah Bolsel kembali dilanda banjir dan tanah longsor. Rabu (29/7/20) banjir  merendam sejumlah desa di Kecamatan Pinolosian Tengah (Pinteng) dan  Pinolosian Timur (Pintim). Sedangkan  longsor terjadi di sejumlah titik di ruas jalan Tonsile, dan di ruas jalan Desa Lion Kecamatan Bolaang Uki.

Informasi dirangkum menyebutkan, banjir terjadi sekira pukul 07:30 Wita, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam hingga paginya, menyebabkan air di desa tersebut meluap ke pemukiman warga. Desa yang terendam banjir di Kecamatan Pinteng di antaranya, Mataindo Utara, Mataindo, Tobayagan, Tobayagan Selatan dan Adow Selatan. Sedangkan Kecamatan Pintim, Desa Dumagin B (data sementara).
“Ketinggian air yang merendam rumah warga variatif, antara 1 sampai 1,5 meter. Untuk jumlah desa yang terendam banjir masih bersifat sementara,” kata Kepala Kantor Kesbangpol Sukri Gobel, kemarin.
Tidak hanya banjir, Bolsel juga dilanda lonsor di sejumlah titik. Di antaranya, di ruas jalan Tonsile terdapat Tujuh titik, Empat diantaranya terbilang parah karena material menutupi badan jalan. Dampaknya, akses alternatif Bolsel (Adow) ke Bolmong (Bakan) tidak bisa dilintasi kendaraan roda dua dan Empat tidak bisa melintas. Di Desa Lion, kendaraan baik roda dua dan empat juga tidak bisa melitas karena Badan Jalan dialiri arus air dan material menutupi badan jalan.
“Untuk akses Jalan Tonsile sudah ditangani,” kata Sukri.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Aldy Gobel mengatakan, Bupati Hi Iskandar Kamaru bersama ketua  Tim Penggerak PKK Selpian Kamaru Manoppo, Wabup Deddy Abdul Hamid didampingi  Sekda Marzanzius Arvan Ohy, langsung melalukan peninjauan Desa Mataindo Utara, Mataindo, Tobayagan, Tobayagan Selatan, Adow Selatan.
“Pak Bupati dan pak wabup bersama rombongan langsung menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak bencana,” kata Aldy.

Bupati juga menginstruksikan setiap pemerintah desa membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan warga terdampak. “Dapur umum dibuka selama warga tedampak belum bisa beraktifitas seperti biasa,” kata Aldy.
Menurutnya, robongan bupati juga ingin melanjutkan peninjauan ke Kecamatan Pintim namun terkendalan akses jalan. “Sejumlah titik menuju Kecamatan Pintim tidak bisa dilintasi karena longsor,” katanya.

Dalam peninjauan kata Aldy, bupati mengimbau seluruh masyarakat terus waspada, terlebih hujan masih mengguyur Bolsel. “Waspada dan berdoa, Insaa Allah musabah ini segera berlalu. Perintah akan terus berupaya memberi perlindungan kapada masyarakat terdampak,” kata Aldy, mengulangi imbauan bupati.

Sekadar informasi,  akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Bolsel pekan kemarin, akses masuk Bolsel sempat lumpuh. Jalur Doloduo (Bolmong)- Molibagu (Bolsel) terdapat 23 titik longsor, terparah berada di 11 titik. Dari jumlah yang terparah, tiga diantaranya sudah selesai ditangani. Hingga saat ini, akses jalan tersebut belum bisa dilintasi kendaraan roda dua dan empat. Untuk akses Provinsi Gorontalo- Bolsel jembatan Bakida yang ambruk belum bisa dilintasi kendaraan ruda empat. Sementara itu, bencana  Rabu (29/7/20), ruas jalan Tonsile tidak bisa dilintasi kendaraan roda dua dan empat karena terdapat Tujuh titik longsor, Empat diantaranya terbilang parah karena material menutupi badan jalan. Warga juga tidak bisa mengambil alternatif lewat jalur Pakoba akses jalan antara Posolagon (Bolsel)- Mata Bulu (Boltim), karena terdapat sejumlah titik longsor menuju Pinolosian Timur.
Namun, informasi diperoleh, setelah dialukan penanganan  Dinas PUPR Bolsel bersama BPJN Sulut dengan menurunkan alat berat, sekira pukul 19: 00 Wita, Rabu (29/720), jalur Tonsile sudah bisa dilintasi. (lel)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional