Menu

200 Jiwa Kehilangan Harta-Benda, Dua Kecamatan di Bolsel Terisolir

  Dibaca : 38 kali
200 Jiwa Kehilangan Harta-Benda, Dua Kecamatan di Bolsel Terisolir
SALURKAN BANTUAN: Nampak Bupati Bolsel bersama rombongan menggunakan kapal untuk membawa logistik makanan buat masyarakat yang terisolir akibat banjir.

BOLSEL — Masyarakat Desa Pakuku Jaya Kecamatan Tomini harus menerima kenyataan pahit, setelah diterjang banjir bandang susulan pada Sabtu (01/08/20).

Tercatat, sebanyak 200 jiwa penduduk di desa tersebut kehilangan rumah dan seisinya akibat banjir bandang.  Selain itu, akses darat menuju Kecamatan Tomini dan Helumo sulit dijangkau.

“Ada sekitar dua ratus jiwa hanya tersisa baju di badan. Rumah mereka hanyut diterjang banjir. Saat ini mereka tinggal di balai desa dan rumah dinas bupati,” kata Bupati Hi Iskandar Kamaru, Senin (03/08/20).

Dia melanjutkan, banjir dan longsor di Bolsel terjadi sejak 24 Juli. Namun yang paling parah terjadi 1 Agustus. Dua desa di Kecamatan Tomini terendam banjir. Akibatnya 29 rumah warga hanyut 64 rusak parah. Selain itu, katanya, akses menuju Gorontalo terputus karena dua jembatan ambruk.

“Dua kecamatan lockdown sendiri akibat bencana alam. Saya dan pak Wabup kemarin membawa bantuan lewat jalur laut menggunakan kapal Pelra sebagai akses satu-satunya ke lokasi,” tuturnya.

Selain bantuan logistik, kata bupati, Pemkab juga mendirikan dapur umum baik di pusat kota maupun desa-desa. “Saat ini ada delapan dapur umum yang sudah dibuka untuk melayani kebutuhan makanan warga terdampak khususnya di pengungsian. Pos kesehatan juga dibuka di desa terdampak banjir,” katanya.

Menurutnya, selain dari pemerintah daerah, warga terdampak juga mendapat bantuan dari Pemkab Bolmut dan sejumlah organisasi dari berbagai daerah. Kemudian, BNPB telah menghubungi pemerintah daerah akan mengantar bantuan logistik menggunakan helikopter.

“Bapak Letnan Jenderal TNI Doni Monardo selaku Kepala BNPB telah menelepon saya akan mengantar bantuan menggunakan helikopter. Kita tinggal mencari landasan yang tepat untuk helikopter mendarat. Kita harus mempertimbangkan kondisi wilayah, jangan sampai atap rumah warga beterbangan karena menurut informasi helikopter yang digunakan cukup besar,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daanan Mokodompit.

“Kondisi terparah ada di Desa Milangodaa Barat dan Pakuku Jaya,” kata Daanan.

Sungai besar di Desa Pakuku Jaya, katanya, terbagi dua. Badan jalan kini dialiri arus air sungai.

“Ada aliran sungai baru yang melintasi badan jalan pemukiman warga,” ucapnya.

Saat ini, sambung dia, air di sejumlah desa tersebut sudah surut namun kondisi desa masih porak-poranda. “Banyak material, kayu-kayu besar dan puing-puing rumah yang rusak diterjang banjir,” ungkapnya.

Banjir dan longsor yang terjadi di 4 kecamatan katanya, mengakibatkan akses darat terganggu, khususnya menuju Kecamatan Helumo dan Tomini. Dua jembatan yang merupakan akses satu-satunya ke Gorontalo ambruk.

“Tim Pemkab Bolsel yang dipimpin pak bupati dan wabup, membawa bantuan logistik lewat jalur laut karena jalur darat sulit di akses. Selain putusnya jembatan Sinandaka dan Bakida, ada beberapa titik longsor yang harus akan dilintasi, sehingga jalur laut menjadi akses satu-satunya,” lanjutnya.

Dikatakannya, sejak 24 Juli lalu, Bupati Hi Iskandar Kamaru telah menetapkan status tanggap darurat bencana alam. Nantinya kewenangan pemerintah provinsi melaporkan ke pusat untuk penetapan status bencana nasional. “Tapi kami sudah mendapatkan informasi bencana di Bolsel akan ditetapkan bencana nasional melihat dengan melihat kondisi yang ada. Terlebih akses darat terputus karena banyak fasilitas infrastruktur jalan nasional yang rusak akibat bencana,” katanya lagi.

Sekadar diketahui, bencana banjir dan longsor terjadi sejak 24 Juli melanda hampir semua desa di 7 kecamatan di Bolsel. Namun kondisi terparah terjadi 1 Agustus yang melanda Kecamatan Posigadan, Tomini, Helumo dan Bolaang Uki. Sedikitnya 22.665 dari 7.139 warga yang tersebar di tujuh kecamatan terdampak banjir dan tanah longsor. Selain Sangadi Bakida Reslan Ibrahim, hingga saat ini belum ada informasi korban jiwa. Untuk kerugian tim Pemkab Bolsel masih melakukan pendataan. (lel/zly)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional