Menu

Cerita 2 Nelayan Tagulandang Selatan yang Selamat Pasca Diterjang Gelombang Angin Selatan

  Dibaca : 116 kali
Cerita 2 Nelayan Tagulandang Selatan yang Selamat Pasca Diterjang Gelombang Angin Selatan

IPSITARO — Iswadi Makensi dan Janwar Mamahit, Nelayan asal Tagulandang Selatan, yang hanyut setelah perahu yang mereka gunakan melaut terbalik dihantam ombak angin selatan Selasa (4/8), menceritakan kisah pilu selama kurang lebih 21 jam hanyut dan terombang ambing dilaut.

“Kira-kira jam tiga (sore), perahu kami terbalik oleh hantaman ombak angin selatan,” kata Makensi.

Padahal saat itu, sambungnya, kami berdua tengah bersiap-siap untuk pulang atau kembali ke darat karena ikan tangkapan kami sudah banyak.

“Angin selatan datang tiba-tiba dengan gelombang yang besar dan membalikkan perahu kami, serta memorak-porandakan isi perahu termasuk alat pancing,” tuturnya.

“Bahkan dayung perahu kami juga hampir hilang, beruntung Janwar masih sempat menangkap dayung perahu kami,” tambahnya.

Diceritakannya lagi, saat ketika perahu mereka terbalik, dia bersama Janwar, berusaha untuk membalikkan perahu.

Namun karena besarnya ombak serta beban perahu yang jadi berat karena mesin perahu yang berat, dirinya berkeputusan untuk melepas ataupun membuang mesin tersebut, agar perahu jadi ringan dan mudah dibalikkan lagi.

“Kira-kira jam sembilan malam perahu berhasil dibalikkan dan kami berusaha membuang air dalam perahu,” kisahnya.

Ada momen menarik saat kami tengah membuang air dari dalam perahu.

“Saat kami sedang berusaha membuang air dalam perahu, ternyata di dalam perahu kami ada banyak ikan yang sedang berenang di dalam perahu kami,” tuturnya.

“Saya coba menangkap seekor dari sekian banyak ikan itu, dan ternyata kawanan ikan itu adalah ikan jenis Tude, namun karena kami berdua ingin membuang air dari dalam perahu agar kami bisa naik ke atasnya, ikan-ikan itu pun dibuang bersama air laut,” ujarnya.

Setelah air berhasil dikeluarkan dari perahu, keduanya berusaha mendayung menuju pulau terdekat.

“Saya tidak tahu kalau itu pulau apa, namun posisi kami kira-kira berada di arah timur laut pulau Tagulandang,” ujarnya.

Sekitar pukul 10.00 Wita pada Rabu (5/8), mereka melihat ada 2 perahu nelayan yang sedang mencari ikan di rakit.

“Kami pun mendayung perahu menuju, ke arah dua perahu nelayan tersebut,” tutur Janwar.

“Mereka mengira mesin kami mogok, namun setelah kami ceritakan bahwa perahu kami terbalik karena hantaman ombak, mereka pun kaget. Dan memberikan bekal mereka untuk kami makan,” sambungnya.

Diceritakannya lagi, dia bersama Iswadi menunggu kurang lebih dua jam dirakit sebelum di tarik ke daratan oleh nelayan asal Kampung Tapile Elias Berhimpong.

“Kami mempersilahkan mereka untuk mencari ikan dahulu. Dan setelah mencari ikan kami pun ditarik ke daratan, perjalanan hampir tiga jam dari rakit menuju daratan. Jarak rakit tersebut kurang lebih 15 mil menuju ke pulau Tapile,” bebernya.

Di akhir ceritanya Iswadi dan Janwar mengucapkan banyak terima kasih kepada nelayan asal Tapile Elias Berhimpong yang telah menarik mereka ke daratan.

“Terima kasih juga kepada pemerintah kampung Tapile, dan segenap masyarakat Tapile yang telah membantu kami,” kuncinya.

***Gustap Pansing

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional