Menu

Kuasai PDRB, Pertanian ‘Perkasa’ di Tengah COVID-19

  Dibaca : 28 kali
Kuasai PDRB, Pertanian ‘Perkasa’ di Tengah COVID-19
Wagub disela kegiatan dalam kunjungannya ke Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Wagub Bumikan Gerakan “Mari Jo Bakobong”

BOLTIM — Sektor pertanian terbukti tetap bertahan menjadi penopang utama ekonomi masyarakat Sulut di tengah pandemi COVID-19. Buktinya, sepanjang 2020 ini sektor Pertanian tetap menjadi mayoritas penyumbang Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB).

Data diperoleh, pada periode triwulan I 2020 (Januari-Maret) struktur ekonomi Sulut didominasi sektor pertanian dengan sharing 21,13 persen dari total PDRB Rp31,79 triliun. Tumbuh 2,26 persen (yoy).

Ketahanan sektor pertanian dari terpaan pandemi COVID-19 yang mulai dirasakan Maret 2020, hanya menggoyahkan sedikit. Di periode triwulan II April-Juni 2020. Padahal, secara umum ekonomi Sulut tertekan. Pertanian tumbuh positif sebesar 1,47 persen (yoy) dan 2,23 persen (Q to Q). Data BPS menyebutkan bahwa dalam struktur PDRB triwulan II bahwa pertanian menguasai dengan sumbangan 22,21 persen untuk PDRB senilai Rp30,841 triliun (ADHB).

Untuk itu, dalam kunjungannya ke Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Senin (10/8/2020), Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw membumikan gerakan “Mari Jo Bakobong”. Ajakan itu ditandai dengan penanaman bawang merah dan panen kacang merah, serta menyalurkan Bansos kepada petani dan masyarakat yang terdampak COVID- 19 di Boltim.

Pada kesempatan itu, Wagub Kandouw mengajak masyarakat terlibat aktif dalam pemanfaatan lahan telantar jadi lahan produktif untuk memperkuat ketahanan pangan di masa pandemi COVID-19 ini.

“Saya atas nama Bapak Gubernur Olly Dondokambey mengimbau kepada seluruh petani, tetap bakobong dan tetap batanang karena ini pekerjaan sangat mulia. Sehingga itu Pak Gubernur memberikan perlindungan asuransi kepada petani. Ini merupakan upaya dan ikhtiar untuk melindungi petani,” kata Kandouw.

Wagub juga menerangkan bahwa Pemprov Sulut selain mengajak warga untuk tetap menanam, juga terus menyalurkan bantuan kepada para petani.

“Hingga kini sudah ratusan miliar bantuan kepada petani di daerah ini. Bapak Gubernur tidak pernah membeda-bedakan, selalu objektif dalam memberikan bantuan kepada petani. Saya berharap kepada petani untuk memanfaatkan secara benar bantuan yang diberikan karena tidak semua petani mendapatkan bantuan seperti ini,” ungkap Wagub.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut, Novly Wowiling mengatakan program “Marijo Ba Kobong” merupakan program penting di tengah pandemi COVID-19.

“Program ini adalah pembawa spirit dalam pesan moril yang kaitan dengan Sulawesi Utara untuk mantap dalam hal ketahanan pangan,” katanya.

Menurut Wowiling, dengan memanfaatkan lahan tidur akan menghasilkan komoditas yang menjadi kebutuhan konsumsi masyarakat. Wowiling menambahkan, kepedulian Pemprov Sulut terhadap dunia pertanian sangatlah positif. Apalagi semboyan: “Kepemimpinan Adalah Teladan” sangatlah dirasakan dijadikan budaya baik di tengah kehidupan masyarakat Sulut.

“Upaya pemerintahan Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian dan menjaga pasokan di tengah pandemi COVID lewat penyaluran bantuan benih dan pupuk sangatlah memotivasi petani dan menggairahkan sektor pertanian,” ucap Wowiling.

Sebagai informasi, kegiatan yang dirangkaikan dengan MoU antara Pemprov Sulut dengan Jasindo terkait asuransi bagi petani turut. Kegiatan turut dihadiri oleh Kadis Perkebunan Sulut Refly Ngantung, Perwakilan PT. Asuransi Jasindo, kelompok tani dan jajaran Pemkab Boltim.(baz)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional