Menu

Bolsel Potensi ‘Lahirkan’ Banyak Kasus Baru COVID-19

  Dibaca : 33 kali
Bolsel Potensi ‘Lahirkan’ Banyak Kasus Baru COVID-19
Ilustrasi virus Covid-19

Hasil Tracking Banyak Orang Kontak Erat dengan Pasien RM dan SG

BOLSEL — Sempat berstatus zona hijau kasus COVID-19, kini Kabupaten Bolsel diprediksi bakal lahirkan banyak kasus baru virus global tersebut. Hal itu melihat hasil sementara tracking tim gugus tugas Bolsel, terdapat belasan orang kontak erat dengan RM alias Riston dan SG alias Selviah yang terkonfirmasi terpapar COVID-19.
Keduanya merupakan pasangan calon bupati dan wakil bupati Bolsel, yang melakukan swab test sebagai salah satu syarat pendaftaran di KPU Bolsel. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) yang juga  Juru Bicara tim Gugus Tugas Bolsel, dr Sadly Mokodongan mengatakan, saat ini tim di Puskesmas di Bolsel masih melakukan tracking.  “Tim di Puskesmas sementara jalan, belum ada data  pasti hasil tracking, sementara sudah ada belasan orang,” ungkap Sadli, Senin (7/9/20). Dituturkannya, hasil tracking ditindaklanjuti dengan pemeriksaan intens kepada orang-orang yang kontak erat dengan pasien. “Yang mempunyai gejala dilakukan swab, sementara yang OTG kita anjurkan  isolasi mandiri selama empat belas hari,” tuturnya. Diungkapkannya, tim gugus tugas sudah mendapat informasi lokasi pasien Riston menjalani karantina. “Riston menjalani isolasi mandiri di Kotamobagu dan sudah dikunjungi oleh Dinas Kesehatan Kotamobagu. Sementara untuk Untuk Selviah  di kediamannya di Desa Toluaya, Kecamatan Bolaang Uki,” ungkapnya. Terpisah Juru Bicara Gugus Tugas Kota Kotamobagu dr Tanti Korompot saat dikonfirmasi tidak menampik hal tersebut. “Pasien Domisili Bolsel tersebut sedang menjalani isolasi mandiri di Kotamobagu dan sudah kami kunjungi.  Kita juga sudah melaporkan ke aparat yang bertanggungjawab di wilayah itu. Jika yang bersangkutan keluar rumah atau menerima tamu tanpa sepengetahuan kami, akan dilaporkan ke pihak yang berwajib,” tegasnya. Kurangnya kesadaran dalam penerapan protokol kesehatan COVID-19, terlebih bagi publik figur mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Salah satunya tokoh masyarakat Bolsel Gustamil Katili.
Menurutnya,  Riston Mokoagow dan Selviah van Gobel harusnya bisa memberikan contoh yang baik bagi  masyarakat. Terlebih katanya, keduanya seorang publik figur. “Apapun alasannya, setelah  dinyatakan positif, harus mengikuti anjuran tenaga medis dan saya minta keduanya jangan dulu mengambil langkah-langkah yang justru bertentangan,” tegasnya. Gustamil juga meminta Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Bolsel itu lebih paham terkait kondisi dan situasi yang mereka hadapi, mengingat risiko penularan Virus Corona cukup besar. “Mungkin hal ini merugikan secara politis dan waktu bagi keduanya. Namun, penerapan protokol kesehatan juga menyangkut  kepentingan orang banyak, dalam hal ini masyarakat Bolsel sendiri,” ketusnya. Dia meminta RM dan SG belum melakukan aktivitas baik konsolidasi politik dan kegiatan lain. “Kenapa saya katakan demikian, kita harus melihat  sisi mudaratnya yang lebih besar jika aktivitas itu terus dilakukan. Kita lihat kemanusiaannya. Baiknya mereka menunggu  pulih dan hasil tesnya kembali negatif. Setelah itu silahkan kembali berjuang sebagai calon kepala daerah,” ujarnya. Di sisi lain, ia juga meminta seluruh elemen yang terlibat dalam pengendalian dan pencegahan penyebaran COVID-19  lebih disiplin menjalankan tugas. “Setelah new normal, kinerja satgas dan tim gugus COVID-19 sudah tidak seketat seperti beberapa bulan sebelumnya, padahal pandemi COVID-19 belum berakhir.  Hal-hal kecil jangan dianggap sepele karena kesehatan masyarakat yang kita pertaruhkan. Masyarakat mungkin banyak yang awam dengan bahaya Corona. Protokol kesehatan harus dipertegas, khususnya penggunaan APD,” ujarnya. Sekadar informasi, sebelumnya  beredar foto di media sosial facebook (fb) lewat postingan  akun milik Audry Kurnia Pasambuna dan Torang Riski, terlihat salah satu calon Bupati Bolsel berinisal RM yang terkonfirmasi positif terpapar Corona, sedang duduk bersama seseorang yang tanpa menggunakan Alat Pelindung diri (APD). Tak hanya itu, foto lainnya di tanggal (6/9/20) memperlihatkan sejumlah orang yang bertemu dengan RM yang juga tanpa menggunakan APD padahal sudah jelas, jika RM saat ini harus melakukan isolasi mandiri dan belum diwajibkan bertemu atau kontak langsung dengan orang-orang terdekatnya. (lel)
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional