Menu

Polisi Bekuk Anggota BIN Gadungan Ber-KTP Minsel

  Dibaca : 19 kali
Polisi Bekuk Anggota BIN Gadungan Ber-KTP Minsel
INTEROGASI: Jenick (kiri) sementara diperiksa Kapolsek Tebsel IPTU Parlindungan Aritorang (Kanan).
SANGIHE — Ingin untung malah buntung. Sekiranya hal ini yang dialami seorang pria berinitial JDMA atau Jenick (39). Pasalnya, pria dengan alamat KTP Kelurahan Picuan, Jaga III Kecamatan Motoling, Kabupaten Minahasa Selatan ini, harus mempertanggung jawabkan tindakan beraninya yang mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Nasional (BIN). Ironisnya lagi, hal ini ia lakukan untuk memuluskan aksinya melakukan penipuan. Beruntung, aksi tersebut langsung tercium aparat kepolisian yang kemudian mengamankan pelaku. Hasil penelusuran Indo Post, Jenick datang ke Sangihe semenjak November 2019 lalu. Sejak itu, ia mulai melakukan aksinya dengan mengaku sebagai   anggota BIN. Celakanya, lewat aksi ini, 2 warga bentung, kecamatan Tabukan tertipu. Tak tanggung-tanggung nilai kerugian mencapai Rp55 juta. Adapun modus yang digunakan Jenick adalah dengan menjajikan para korban akan membantu anak-anak yang akan masuk Tes TNI AD. Sementara iru, Kapolsek Tabukan Selatan IPTU Parlindungan Aritorang menyebutkan jika penangkapan Jenick, BIN Gadungan yang mengaku berpangkat Mayor ini, dilakukan setelah ada laporan dari masyarakat berintisial MP dan JSP, warga kampung Bentung, kecamatan Tabukan Selatan. “Tersangka mengaku sebagai Anggota Badan Intelijen Negara (BIN) dari Mabes TNI dengan pangkat Mayor, sehingga dia menawarkan menjadi calo bagi anak-anak, dengan imbalan uang sebesar Rp. 19.500.000 kepada korban MP dan Rp31 Juta Kepada JSP,” ungkap Aritorang, ketika dikonfirmasi Rabu (09/08/20). Dan ketika anak korban tidak lulus lanjutnya, mereka pun meminta uang yang sudah mereka setor kepada tersangka, agar dikembalikan. “Dengan adanya laporan tersebut, maka kami langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka, Senin (07/08/20), dengan dugaan melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan, sebagai mana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP Dan pasal 372 KUHP, dengan ancaman penjara maksimal 4 tahun,” kuncinya. Dari informasi yang bisa didapatkan awak media, selain kedua korban dimaksud, masih ada sejumlah korban lain, namun belum melakukan pelaporan ke pihak Polsek Tabukan Selatan. Sementara itu, Jenick, si Anggota BIN Gadungan hingga saat ini masih dalam penahanan Polsek Tabukan Selatan. (ger)
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional