Menu

Bawaslu Sangihe Mulai Turun Lapangan

  Dibaca : 15 kali
Bawaslu Sangihe Mulai Turun Lapangan
SOSIALISASI: Pimpinan Bawaslu Sangihe, bersama forum pimpinan Kecamatan Tahuna Barat.

SANGIHE — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sangihe, mulai turun lapangan melaksanakan sosialisasi Peraturan Bawaslu nomor 4 Tahun 2020, tentang pengawasan, penanganan pelanggaran, dan penyelesaian sengketa Pilkada serentak lanjutan, dalam kondisi bencana non-alam, COVID-19, Kamis (10/09/20). Terpantau, giat yang berlangsung di 2 tempat secara bergiliran yakni; Kecamatan Tahuna Barat dan Kecamatan Kendahe ini, dilaksanakan dengan metode dialog aktif. Pembahasan berkutat soal perubahan Peraturan Bawaslu 14 tahun 2017, ke Peraturan Bawaslu 4 tahun 2020. Koordinator Divisi HP3S Zebedeus Lesawengen menjelaskan pada dasarnya, yang membedakan 2 aturan ini, yakni sejumlah aturan terkait penanganan pandemi COVID-19. “Hal ini kemudian menjadi perlu disosialisasikan, untuk meminimalisir potensi penyebaran virus mematikan ini, dalam agenda demokrasi nanti, bahkan dalam bahasan yang lebih mendasar, bagi tim di bawah jajaran Bawaslu Sangihe, semisal Panwascam,” terang Lesawengen. Dia menambahkan, poin penting lain terkait perubahan aturan yakni lebih maksimalnya waktu kerja Bawaslu Kabupaten, yang hari ini disesuaikan dengan hari kalender; Senin hingga Minggu. “Makanya, kalau ada laporan atau informasi terkait dugaan pelanggaran yang terjadi, kami selalu siap dan terbuka untuk berkonsultasi. Silahkan datangi kantor Bawaslu Kabupaten untuk meminimalisir berkembangnya pelanggaran,” ujarnya lagi, sembari berharap agar Panwascam dapat terus membangun koordinasi yang baik dengan semua pihak, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lapisan masyarakat. “Koordinasi yang baik sangat dibutuhkan, agar proses pengawasan dapat berjalan lebih efektif lagi. Jika ada pelanggaran yang terjadi,” tegasnya. Hal ini, menurut dia perlu dilakukan, agar masyarakat juga bisa melaporkannya ke pihak pengawas, meski tentu harus sesuai aturan yang berlaku. “Yang bisa melaporkan dugaan pelanggaran adalah masyarakat yang namanya tercatat sebagai pemilih diwilayah tersebut. Karna jika bukan pemilih dilokasi tersebut, takutnya malah hanya melakukan provokasi,” pungkasnya. Diketahui, selain pelaksanaan di kecamatan Tahuna-Kendahe, pada waktu yang sama digelar pula di kecamatan Tabukan Utara dan Tabukan Tengah, di bawah pimpinan Ketua Bawaslu Junaidi Bawenti, serta kecamatan Manganitu dan Manganitu Selatan, di bawah pimpinan Koordinator Divisi Pengawasan dan Hub Antar Lembaga Jemmy Sudin. (ger)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional