Menu

Akhir Agustus, Elektabilitas OD-SK Masih 68,1%

  Dibaca : 17 kali
Akhir Agustus, Elektabilitas OD-SK Masih 68,1%
MASIH PERKASA: Ikrama Masloman memaparkan kondisi hasil survey dan analisa kondisi elektabilitas calon untuk Pilgub Sulut di tiga bulan jelang pencoblosan.

MANADO — Jika Pemilihan Gubernur Sulut digelar akhir Agustus 2020 lalu, petahanan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw sangat sulit dikalahkan. Hasil survei menempatkan posisi Olly-Steven teratas dengan elektabilitas pada angka 68,1%.

Demikian hasil analisa Konsultan Citra Indonesia (KCI)- Lingkaran Survey Indonesia (LSI) Network yang dipublikasikan, Minggu (13/09/2020) kemarin. Survey itu dilakukan pada periode 22 – 29 Agustus 2020.

Menurut Peneliti Senior LSI Ikrama Masloman dalam pemaparannya, LSI membagi responden yang berjumlah 800 orang dalam 6 kantong penting pemilih di Sulut. Yakni kaum perempuan (emak-emak), pemilih protestan, pemilih muslim, pemilih milenial, dan pemilih terpelajar, serta pemilih etnis/suku.

“Di semua kategori pemilih itu, petahana (OD-SK) masih perkasa. Elektabilitasnya 68,1 persen. Petahana unggul 6-0,” ujar Ikrama kepada wartawan, kemarin.

Sedangkan elektabilitas Tetty Paruntu (CEP) – Sehan Landjar (SSL) sebesar 16,9% dan Vonnie Panambunan (VAP)-Hendry Runtuwene sebesar 7,2%. Sementara mereka yang belum menentukan pilihan tersisa 7,8%.

“Sejak bulan April hingga Agustus 2020 sebenarnya elektabilitas penantang tren mengalami peningkatan, namun elektabilitas petahana juga naik, dan tren peningkatannya merata,” ujar putra Kawanua ini.

Kenapa petahana begitu dominan dibanding dengan dua penantang. Menurut Ikrama, hasil survey menyebutkan bahwa tingkat popularitas atau pengenalan yang tertinggi juga tingkat kesukaan yang tinggi. Yakni Olly Dondokambey (OD) dikenal oleh 90,8% dan disukai sebesar 90,1%.

Sementara penantangnya Christiany Eugenia Paruntu atau Tetty Paruntu dikenal sebesar 71% dengan tingkat kesukaan sebesar 68,8%, dan Vonny A. Panambunan (VAP) dikenal sebesar 63,7%, dengan tingkat kesukaan sebesar 68,8%.

Alasan kedua yaitu approval rating atau tingkat kesukaan terhadap petahana di atas 80%. Di mana mereka yang puas dan cukup puas dengan kinerja Olly Dondokambey sebagai petahana sebesar 89,5%, sedangkan yang menyatakan kurang puas dan tidak puas sama sekali, turun dan hanya sebesar 8,5%.

Selain kepuasan, persepsi keberhasilan Petahana diapresiasi lebih tinggi, dimana mereka yang menyatakan petahana sangat berhasil dan cukup berhasil sebesar 85,5%, sedangkan yang menyatakan kurang berhasil dan tidak berhasil sama sekali kurang dari hanya sebesar 8,5%. Persepsi kepuasan terhadap pemerintahan mengalami peningkatan dari survei sebelumnya.

“Ketiga, pada aspek personaliti, Olly dipersepsi sebagai pribadi yang pintar (93,4) , berwibawa (91,9), mampu mengambil keputusan (88,5) menyenangkan (87,2),” kata Ikrama.

Ikrama menjelaskan, jelang Pilkada 2020 yang tinggal menghitung hari (tersisa 86 hari lagi menjelang pemungutan suara 9 Desember 2020), survei terkini LSI pasca pendaftaran menunjukkan bahwa Olly Dondokambey – Steven Kandouw masih unggul dua digit, bahkan di atas 40% dari dua kompetitornya, pasangan CEP – SSL dan VAP-Hendry.

Menurut Ikrama, survey    ini dilakukan lewat wawancara secara tatap muka dengan menggunakan kuisioner dengan margin of error survei ini adalah 3,5%.

Selain survei, KCI – LSI Network juga melakukan riset kualitatif dengan metode FGD, analisis media, dan indepth interview untuk memperkaya analisa survei.

Ikrama juga memberi bocoran bahwa masuk masa kampanye dan tiga bulan menjelang Pilkada, para kandidat berpeluang untuk menarik simpati dan dukungan pemilih yang belum menentukan pilihan.

“Di masa kampanye pun, bisa terjadi dinamika dukungan para kandidat. Namun jika tidak terjadi suatu kejadian luar biasa, katakanlah kebijakan fatal atau tsunami politik, dukungan kepada petahana tidak akan berubah signifikan,” tandas Ikrama.(baz)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional