Menu

DPRD Bolsel Tetapkan KUA PPAS 2021

  Dibaca : 32 kali
DPRD Bolsel Tetapkan KUA PPAS 2021
SINERGI: Tampak Bupati Hi Iskandar Kamaru didampingi Wabup Deddy Abdul Hamid saat menerima dokumen kesepakatan KUA PPAS 2021 dari Ketua DPRD Bolsel Arifin Olii yang telah ditandatangani bersama dalam paripurna.
BOLSEL — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolsel, Senin (14/9/20), menggelar dua agenda sekaligus. Kegiatan pertama rapat paripurna tahap 1 Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara Perubahan (KUPA-PPASP) 2020. Kemudian dilanjutkan dengan penetapan tahap II Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran (TA) 2021. Untuk paripurna KUPA PPASP, dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Deddy Abdul Hamid, Ketua DPRD Ir Arifin Olii, Dua Wakil Ketua dan para anggota, Sekretaris Daerah (Sekda), para asisten, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, sangadi serta Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai dari eselon III hingga IV. Sedangkan pada paripurna tahap II penetapan KUA-PPAS ikut pula dihadiri oleh Bupati Hi Iskandar Kamaru SPt.
Saat paripurna KUPA-PPASP, Ketua DPRD Bolsel Ir Arifin Olii mengatakan, di tengah pandemi COVID-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Bolsel terus bersinergi memacu pendataan pelaksanaan agenda tersebut. “Bersyukur, karena di tengah pandemi COVID-19 yang belum selesai, kita bisa melaksanakan paripurna KUPA dan PPASP dengan menerapkan protokol kesehatan. Hal ini tentunya demi kepentingan seluruh masyarakat,” kata Arifin. Sementara itu, Wabup Deddy Abdul Hamid dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakcholder, yang sudah ikut andil dalam progres pembangunan di daerah. “Sudah banyak yang dilakukan oleh pemerintah, namun kami sadar masih ada kekurangan-kekurangan yang harus ditata kembali dalam perencanaan di APBD perubahan nanti,” kata Wabup. Dalam ABPD-P lanjutnya, Pemkab telah menata anggaran untuk keadaan force mayor, sebagai persiapan jika terjadi bencana banjir, longsor maupun penanganan pandemi COVID-19. Selain itu, ada banyak sektor yang direncanakan oleh pemerintah daerah peningkatan kesejahteraan masyarakat di APBD-P nanti. “Itu sebagai antisipasi pemerintah daerah ketika terjadi darurat bencana, termasuk pandemi COVID-19, dengan tidak mengesampingkan aturan-aturan yang ada,” tutur Wabup. APBD induk Tahun Anggaran 2020 lanjutnya, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah mencapai Rp610 miliar lebih dan di APBD-P mengalami perubahan menjadi Rp621 miliar lebih. Ini mengalami ketambahan karena Bolsel mendapatkan dana stimulus dari Pemprov Sulut maupun dana perimbangan yang diberikan  pemerintah pusat. “Di sisi lain, kita juga mengalami penurunan pendapatan asli daerah. Hal ini lantaran keluarnya edaran COVID-19 yang mengharuskan Pemkab untuk menghapus penarikan retribusi ataupun pajak, demi keberlangsungan usaha masyarakat di tengah pandemi,” tuturnya. Selanjutnya, semua fraksi di DPRD Bolsel menyampaikan menerima dan menyetujui Rancangan KUPA-PPASP untuk dilanjutkan pada tahap selanjutnya. Begitu pun saat paripurna KUA-PPAS, Tiga fraksi DPRD juga ikut menyetujui rancangan tersebut untuk ditetapkan. Sementara itu, Bupati H Iskandar Kamaru SPt saat paripurna penetapan rancangan KUA-PPAS 2021 menyampaikan, masih banyak yang harus dibangun untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Ke depan, fokus Pemkab Bolsel adalah peningkatan kesejahteraan, peningkatan sarana prasarana mulai dari pendidikan, kesehatan dan lainnya. Mulai dari penambahan guru, pemberian bantuan beasiswa, tenaga kesehatan serta bantuan-bantuan lainnya dari berbagai sektor,” papar bupati. Menurutnya, semua capaian pemerintah daerah, tidak terwujud tanpa keterlibatan semua stakeholder baik lembaga eksekutif maupun legislatif serta masyarakat. “Saya menyampaikan terima kasih kepada semua stakeholder yang sudah ikut terlibat dalam perencanaan pembangunan di daerah,” ucap top eksekutif Bolsel ini. (lel)
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional