Menu

Proyek Perbaikan Ambruknya Jalan Soekarno Diduga Bermasalah

  Dibaca : 23 kali
Proyek Perbaikan Ambruknya Jalan Soekarno Diduga Bermasalah
BERMASALAH: Nampak alat berat saat melakukan pekerjaan proyek perbaikan di setengah ruas jalan Soekarno, di Kabupaten Minut.

MANADO — Beberapa bulan lalu setengah badan jalan di salah satu ruas jalan Ir Soekarno di Kabupaten Minut ambruk karena tergerus air hujan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulut langsung turun tangan memperbaiki kerusakan tersebut.

Sayangnya, diduga ada permainan oknum di Dinas PUPR Sulut pada proyek tersebut. Menurut sumber resmi, pekerjaan perbaikan badan jalan yang ambruk itu menelan biaya Rp1,8 miliar. Namun pekerjaannya tanpa melalui proses di Unit Layanan Pengadaan (ULP).

“Boleh tidak melalui ULP, tapi harus melalui tanggap darurat namun kenyataannya tidak dimasukkan. Padahal, Inspektorat Provinsi Sulut sudah memberi masukan agar dimasukkan dalam ULP,” ungkap sumber terpercaya yang meminta namanya tidak diberitakan.

Harian ini mencoba menelusuri paket pekerjaan rehabilitasi jalan Soekarno di laman LPSE Pemprov Sulut (www.lpse.sulutprov.go.id), tidak menemukan paket tersebut. Dari 160-an paket yang masuk kategori tender dan 300-an paket non tender dalam tahun anggaran 2020, tak satu pun ditemukan paket dengan nomenklatur tertera pekerjaan—entah rehabilitasi maupun rekonstruksi—ruas jalan Ir. Soekarno Minut.

Masih menurut sumber, ada dugaan kuat proyek tersebut dikerjakan sendiri oleh oknum Plt. Kepala Dinas PUPR Sulut, Adolf Tamengkel dengan memakai pihak ketiga atau kontraktor “bayangan”. Bahkan selama pekerjaan tidak ada papan proyek.

“Sisinyalir, selain dikerjakan sendiri, sejumlah alat-alat berat dari Dinas PUPR Provinsi Sulut juga dipakai untuk pekerjaan itu, dan ini bisa saja tidak diketahui pimpinan daerah,” tukasnya.

“Selain itu, proyek tersebut tidak diketahui oleh pemerintah setempat, minimal kepala desa. Padahal aturannya, itu harus dilaporkan lalu dikeluarkan surat apakah masuk dalam tanggap darurat bencana atau tidak,” tutup sumber yang mengaku akan kembali membongkar permainan “busuk” yang sudah dilakukan oknum Kadis tersebut.

Sayangnya, Plt. Kepala Dinas PUPR Pemprov Sulut Adolf Tamengkel yang disebut-sebut sebagai aktor dalam praktik “busuk” itu sangat sulit untuk dimintai keterangan dan konfirmasi. Dikonfirmasi harian ini melalui nomor telepon 0823-8000-xxxx dalam kondisi aktif, tapi tidak diangkat.(fan)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional