Menu

Unima Segera Buka FITB, Dan Pertama di Sulut

  Dibaca : 174 kali
Unima Segera Buka FITB, Dan Pertama di Sulut
Mner Amstrong Sompotan memaparkan rencana pengembangan FITB

MINAHASA-Universitas Negeri Manado (Unima) terus melakukan terobosan di bawah kepemimpinan Rektor yang baru Prof Deitje Katuuk. Buktinya dalam waktu dekat Unima akan membuka Fakultas Ilmu Pertambangan dan Kebumian (FITB). Sesuai visinya Unima unggul dan inovatif berdasarkan Mapalus, juga mengingat Sulut kaya akan sumber daya alam, maka program studi ini kedepan akan menjadi favorit mahasiswa. “Hal ini didasari pada kebutuhan daerah dimana SULUT kaya akan Sumber Daya Alam tapi belum ada Sekolah yang berkaitan dengan Eksplorasi Sumber Daya Alam,” ujar Katuuk.
Lebih lanjut Ia mengatakan Sulut rentan akan bencana alam namun hanya sedikit sumber daya manusia yang memiliki keahlian mitigasi bencana di Provinsi Sulawesi Utara sehingga sangat perlu dibuka Fakultas yang menghasilkan sarjana-sarjana yang mempunyai keahlian dan keterampilan di bidang Eksplorasi Sumber Daya Alam dan Mitigasi Bencana Alam. Hal ini didasari pada visi, misi dan pokok-pokok pikiran yang diberi judul “Membangun Universitas Negeri Manado Melalui Kampus Merdeka”. Dimana kerangka pencapaian visinya mencakup program unggulan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU). “Strategi pencapaian yang sejalan dengan kebijakan Presiden dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengenai merdeka belajar dan kampus merdeka, yaitu kebijakan mengenai pembukaan Program Studi Baru, akreditasi, penguatan manajemen kelembagaan serta program strategis yang dikemas dalam program yang disebut UNIMA MAPALUS,” jelas Katuuk.
Senada dengan Prof Katuuk, Dosen Unima lulusan Doktor Geofisika ITB Bandung, Dr. Armstrong Sompotan mengatakan manfaat dibukanya Fakultas Ilmu Pertambangan Dan Kebumian di Unima terkait dengan pengelolaan sumber daya bangsa (manusia dan alam). Dengan dibukanya Fakultas Ilmu Pertambangan Dan Kebumian (FITB – Unima) akan meningkatkan eksistensi Unima untuk menghasilkan lulusan sarjana yang dapat menjadi tenaga-tenaga ahli dan terampil dalam bidang Eksplorasi Sumber Daya Alam untuk mengelola sumber daya alam yang melimpah di Provinsi Sulawesi Utara. “Dengan dibukanya Fakultas Ilmu Pertambangan Dan Kebumian (FITB – Unima) akan meningkatkan kinerja lembaga untuk semakin mampu menjawab tantangan perkembangan global dan kebijakan otonomi, memenuhi tuntutan masyarakat dan industri melalui pengembangan kurikulum yang dinamis, sesuai kebutuhan,”terang Sompotan.
Selain itu, Sompotan mengatakan ini untuk mempertajam pencapaian kompetensi lulusan dalam bidang Eksplorasi Sumber Daya Alam dan Mitigasi Bencana Alam meningkatkan penyelenggaraan perkuliahan yang disiplin dan bermutu untuk membangun kemampuan dasar keilmuan yang kuat, kemandirian, kreativitas dan transferable skills yang tinggi bagi lulusan sebagai tenaga professional yang siap pakai. “Dengan pengetahuan yang dimilikinya para lulusan diharapkan dapat menyumbangkan kemampuannya di dunia kerja, khususnya pekerjaan yang terkait dengan bidang eksplorasi sumber daya alam, mitigasi bencana alam, masalah lingkungan, serta bidang-bidang lain yang terkait,” tandas Sompotan.
Ditambahkannya Kebutuhan tenaga yang memiliki latar belakang ini sangat diperlukan di Sulawesi Utara, sebagai akibat dari perkembangan ekonomi yang berhubungan dengan eksplorasi dan eksploitasi energi baru terbarukan. Berbagai lembaga pemerintah, lembaga swadaya masyarakat dan sektor industri energi, Kementerian ESDM, pertambangan, dan PLN serta LIPI sangat membutuhkan tenaga yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang berhubungan dengan bidang ini. Sulawesi Utara menyimpan kekayaan potensi sumber energi panas bumi yang melimpah. Optimalisasi eksploitasi energi panas bumi akan mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan Sulawesi bagian Utara (sesuai dengan tema MP3EI koridor Sulawesi). “Hal-hal tersebut di atas mendorong tercetusnya usulan pembentukan Fakultas Ilmu Pertambangan Dan Kebumian (FITB – Unima) akan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang handal untuk mengelola sumber daya alam di Sulawesi Utara, manajemen bencana alam di Kawasan Timur Indonesia dan dapat membantu pemerintah dalam usaha eksplorasi energi baru dan terbarukan untuk pemenuhan kebutuhan energy,” tukas Sompotan. (ric)

Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional