Menu

TPA Regional Ilo-ilo Ramah Lingkungan

  Dibaca : 41 kali
TPA Regional Ilo-ilo Ramah Lingkungan
BANYAK MANFAAT: Wagub Steven Kandouw meletakkan batu pertama pembangunan TPA Sampah Regional Mamitarang di Desa Wori Ilo-ilo, Minut.

Mampu Tampung Sampah 312.29 Ton/Hari

MINUT — Pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Regional
Mamitarang (Manado, Minahasa, Minahasa Utara, Bitung) dimulai.
Pembangunan ditandai dengan ground breaking atau peletakan batu
pertama oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw di lokasi
pembangunan, di Desa Wori Ilo-ilo, Minut.

Pada kesempatan itu Wagub Kandouw menyatakan optimis pembangunan TPA
Regional Mamitarang berjalan lancar karena didukung dengan perencanaan
matang, koordinasi, dan pengawasan optimal.

“Saya tahu perjalanan hingga terealisasi pembangunan ini melalui
berbagai masalah. Tapi saya yakin dan percaya tidak ada yang bisa
diselesaikan tanpa koordinasi. Yang terpenting komunikasi, koordinasi
semua akan berjalan dengan sukses dan lancar. Sukses perencanaannya,
sukses pelaksanaannya, sukses pengawasan, sukses pertanggungjawaban,
dan sukses operasional,” kata Kandouw.

Wagub juga mengimbau masyarakat agar tidak kuatir terhadap pembangunan
TPA ini, karena dibangun dengan teknologi modern yang ramah lingkungan
sehingga tak mencemarkan lingkungan sekitar TPA.

“Jadi masyarakat tidak usah takut karena Anda juga nanti akan terlibat
mendapatkan manfaat, selain lingkungan juga yang bersih,” ungkap
Kandouw.

Sebelumnya Direktur Sanitasi Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Ir
Prasetyo MT berterima kasih kepada Pemprov Sulut karena proaktif
bekerjasama dengan Kementerian PUPR di daerah sehingga TPA Regional
ini mulai dibangun.

“Untuk penyiapan lahan, AMDAL, lembaga pengelola, hingga pembangunan
jalan masuk secepatnya diusahakan oleh Pemda Sulut. Hal ini sangat
membantu terealisasi pembangunannya,” kata Prasetyo.

Dia mengakui bahwa perjalanan sehingga proyek ini jadi dibangun, cukup
berliku. Terutama proses pelelangan. “Proses lelangnya tiga kali
gagal. Dilelang di Manado, sampai ditarik ke Jakarta. Makanya
realisasi pembangunannya tertunda sejak dua tahun lalu,” ungkap
Prasetyo.

Untuk itu, dia berharap Pemprov dan Pemkab/Pemkot  yang akan
memanfaatkan fasilitas ini nanti sesuai aturan. “Setahu saya sudah ada
lembaga pengelola, UPTD Persampahan dan Perda pengelolaannya. Ini poin
positif untuk kelancaran operasional TPA ini,” kata Prasetyo.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulut M. Rus’an Nur
Taib dalam laporannya mengungkapkan TPA Regional Mamitarang ini
diproyeksikan bisa menampung sampah 312.29 ton/hari yang dihasilkan
oleh 572.526 jiwa (143.131 KK).

TPA yang mencakup lahan pengolahan seluas 8,7 hektare ini menggunakan
tipe sanitary landfill dengan kolan Instalasi Pengolahan Lindi (IPL).
Tahap I senilai Rp128,59 miliar ini akan dikerjakan oleh PT Waskita
Karya (persero) Tbk. selama 445 hari kalender.

“Dikerjakan tahun jamak sampai 2021, dan direncanakan akan beroperasi
awal 2022,” kata Rus’an dalam laporannya.

Ground breaking TPA Regional Mamitarang turut dihadiri Kajati M. Iqbal
Arief, Asisten I Sulut Edison Humiang, Kadis Perkimtan Steve Kepel,
Kadis LH Marly Gumalag, Plt. Kadis PUPR Adolf Tamengkel, dan para
pejabat Pemkab/Pemkot penerima manfaat.(baz)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional