Menu

Danau Tondano Mulai Menghijau Kembali

  Dibaca : 25 kali
Danau Tondano Mulai Menghijau Kembali
Nampak keadaan danau tondano

Diduga Kinerja Tak Maksimal

MINAHASA-Giat pembersihan eceng gondok dari Pemerintah Kabupaten Minahasa diduga belum maksimal. Pasalnya, belum setahun Danau Tondano mulai menghijau dengan tumbuhan gulma eceng gondok. Menurut sejumlah masyarakat pesisir Danau Tondano bahwa perkembangan eceng gondok sangat cepat. Jadi walaupun diangkat oleh alat berat tapi tidak diangkat jauh dari pesisir Danau Tondano, tumbuhan gulma ini pasti akan kembali mengisi Danau Tondano. “Biar lai dorang mo pake alat berat yang model bagimana, Kong cuma taru dipinggir, nda lama lagi pasti tu eceng so jadi ulang,” ujar Yori, warga pesisir danau.

Menurutnya, dana pembersihan dana lebih baik digunakan untuk hal-hal yang lebih mendesak lainnya. “Lebe bae kalu bagitu tu dana pembersihan Danau Tondano so kase pa torang masyarakat, dari pada cuma mo ambor bagitu mar ni Danau nda bersi. Apalagi Corona bagini, samua so susah ini,” ungkap masyarakat.

Dilain pihak Bagian Humas Dan Prokopim Minahasa ketika dimintai tanggapan siapa yang harus mengkonfirmasi keluhan masyarakat ini, Kabag Maya Kainde SH mengatakan ke Dinas BLH. “Bisa di konfirmasi ke Dinas BLH,” terang Kainde ketika dihubungi oleh wartawan Harian Indopost, akhir pekan lalu.

Sementara itu Kadis BLH Minahasa Vicky Kaloh ketika dimintai keterangan mengenai revitalisasi Danau Tondano mengatakan bahwa sampai saat ini sudah sekitar 60 persen gulma eceng gondok yang terangkat. “Kami optimis tahun ini 80 persen sudah terangkat,” tandas Kaloh.

Ada pembuatan jalan dan bisa juga menjadi tanggul di Danau Tondano sekitar 18 KM, namun untuk Pemkab Minahasa hanya fokus dalam pengangkatan gulma eceng gondok. Dan jika Danau Tondano belum bersih maka akan terus dilakukan pembersihan sampai selesai. “Untuk eceng gondok yang bertumbuh dipinggir saat ini itu karena bibit atau biji eceng gondok yang tidak terangkat sehingga dia bertumbuh di pinggir danau. Dan untuk yang sudah terangkat dan dikumpul oleh alat di pi gbiran danau itu akan mati dengan sendiri juga tidak akan bertumbuh,” jelas Kaloh. “Alat berat yang bekerja ada dari Pemkab dan Pemprov,” ungkap Kaloh.

Sementara itu hitung-hitungan dari salah satu putra daerah Minahasa yang pernah menjadi Kadis PU di pulau Jawa, namun engan dikorankan adalah Danau Tondano 4500 ha, yang tertutup Gulma/Enceng 300 ha. Ekivalen 3.000.000 m2x 0,2 = 600.000 m3 (sampah gulma/ enceng). Alat berat : Capasitas effektif : 20 m3 /hari / 8 jam kerja. 600.000 / 20 = 30.000 hari / 365   = 10 tahun baru bersih jika 1 alat excavator yang kerja. Jika 10 alat berat yg kerja = 1 tahun. Hitungan ini masih kasar dan mungkin belum akurat. Jika Alat berat yang kerja belum jika kerja hanya 3 jam dalam seminggu maka akan lebih lama pembersihan Danau Tondano. Kalau angin Utara atau Amian maka Gulma Enceng akan kumpul di Kakas. Jika Angin Selatan atau Tihimu maka Gulma Enceng kumpul di Tondano. (ric)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional