Menu

Pjs. Gubernur-Forkopimda Safari di Minut, Minahasa, Tomohon

  Dibaca : 17 kali
Pjs. Gubernur-Forkopimda Safari di Minut, Minahasa, Tomohon
MARATHON: Pjs. Gubernur disambut Pjs. Bupati Minut Clay Dondokambey. Suasana dialog dengan Pemkab Minahasa. Pertemuan dengan jajaran Pemkot dan Forkopimda Tomohon.

MINAHASA — Pjs.  Gubernur Sulawesi Utara Agus Fatoni bersama jajaran
Forkopimda secara marathon melakukan kunjungan kerja di Kabupaten
Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa dan Kota Tomohon. Rombongan Pjs Gubernur Fatoni bersama Forkopimda Sulut
disambut hangat jajaran pemerintah dan Forkopimda di kabupaten/kota
yang dikunjungi. Pertemuan berlangsung penuh kekeluargaan dengan
menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Kegiatan ini merupakan program dari Forkopimda Sulut untuk mengunjungi
kabupaten/kota yang ada di Sulut dalam rangka memperkuat sinergitas,
silaturahmi, koordinasi, komunikasi, serta melihat situasi dan kondisi
yang ada di daerah.

Pada kesempatan itu, Fatoni menyampaikan ada 3 tugas besar yang
dihadapi bersama saat ini, yaitu pilkada serentak, penanganan COVID-19
dan UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Fatoni mengimbau semua pihak bersinergi mendukung dan menjaga
kelancaran tahapan pilkada di Sulut agar pilkada dapat berlangsung
damai, aman dan lancar dengan terus menerapkan protokol kesehatan 4M
yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi
kerumunan yang terbukti secara efektif dapat menurunkan penularan
COVID-19.

“Ini sudah terbukti. Di Sulawesi Utara justru pada saat tahapan
pilkada ini COVID-nya turun, dan ini mendapat apresiasi dari Kepala
Satgas Penanganan COVID Pusat,” katanya.

Terkait penggunaan masker, Fatoni mengajak semua pihak menyukseskan
penggunaan masker lewat “Gerakan Sulut Bermasker”

“Sehingga bukan hanya terpaksa menggunakan masker, tetapi ini
merupakan budaya karena kondisi COVID,” ujarnya.

Lanjut Fatoni, selain protokol kesehatan 4M, pemerintah juga melakukan
langkah 3T untuk mengetahui dan mencegah penularan COVID-19.

“Dalam pandemi ini pemerintah melaksanakan 3T yakni testing
(pemeriksaan), tracing (pelacakan), dan treatment (pengobatan). Ini
untuk memutus mata rantai penularan COVID,” ucapnya.

Fatoni juga menuturkan bahwa penanganan COVID tak bisa dilakukan
terpisah, namun harus dilakukan bersamaan dengan penanganan di bidang
ekonomi, yang diibaratkan dengan gas dan rem.

Maksudnya dalam menangani kesehatan, kalau ini terlalu kencang
misalnya dengan lockdown maka ekonomi akan hancur, tapi kalau ekonomi
dilepas maka kesehatan yang berantakan. “Ini harus bisa berjalan
bersamaan, dan seimbang,” kata Fatoni.

Mengenai UU Cipta Kerja, Fatoni mengajak semua pihak tetap menjaga
situasi Sulut tetap kondusif dan terus mempertahankan Sulut sebagai
daerah yang aman, tentram dan toleran.

“Dan ini harus kita tangani dengan serius. Mari juga kita tetap
semangat,” bebernya.

Lebih lanjut, Fatoni juga mengapresiasi seluruh jajaran Pemkab/Pemkot
yang telah melaksanakan kegiatan dialog ini serta selalu menjalin
sinergitas dan silaturahmi dengan Forkopimda kabupaten/kota sehingga
situasi di daerah tetap berjalan aman dan kondusif.

Adapun rangkaian kegiatan ini turut dihadiri Sekdaprov Sulut Edwin
Silangen, Pjs Bupati Minahasa Utara Clay Dondokambey, Bupati Minahasa
Roy Roring, Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Walikota Tomohon
Jimmy Eman dan para pejabat di lingkup Pemprov Sulut.(baz/hbm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional