Menu

Pemprov Sulut Seriusi Penanganan Stunting

  Dibaca : 14 kali
Pemprov Sulut Seriusi Penanganan Stunting
KOMITMEN: Para pengelola Konvergensi Intervensi Penanganan Stunting di empat kabupaten lokus bertemu dengan tim panelis penilaian, di Bappeda Sulut.

Gelar Penilaian Kinerja 4 Kabupaten Lokus Lakukan Konvergensi Intervensi 

 

MANADO — Anak stunting atau anak tumbuh kerdil merupakan salah satu
perhatian serius Pemprov Sulut untuk dituntaskan. Empat daerah di
Sulut menjadi lokasi khusus (Lokus) intervensi penanganan stunting.

Menurut sejumah referensi, permasalahan anak stunting atau anak tumbuh
kerdil yang lekat kaitannya dengan kurang gizi dan kelaparan masih
banyak terjadi di Indonesia.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, angka
prevalensi anak stunting di Indonesia mencapai 30,8 persen. Angkanya
masih berada di atas angka minimal WHO yang berada di angka 20 persen.

Hal itu yang melatarbelakangi Presiden Joko Widodo membuat program
penyelesaian stunting masuk ke dalam Program Strategis Nasional.

Sementara upaya Pemprov Sulut dalam penanganan stunting, antara lain,
melakukan Penilaian Kinerja Kabupaten Lokasi Khusus Pelaksanaan
Konvergensi Intervensi Penanganan Stunting Tahun 2019 dan Tahun 2020.
Agenda tersebut digelar di Aula Kantor Bappeda Sulut.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Edwin Silangen yang diwakili Kepala
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sulut Jenny Karouw dalam agenda
itu mengatakan, sebagai salah satu program Prioritas Strategis
Nasional (PSN), Konvergensi Intervensi Penanganan Stunting bernilai
strategis dalam rangka penurunan stunting, termasuk di Sulut. Oleh
karena itu Sekprov menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dirjen Bangda
Kemendagri yang telah bersinergi dengan Pemprov Sulut dalam upaya
pencegahan dan penurunan stunting yang terintegtasi di daerah
termasuk, dalam pelaksanaan kegiatan ini.

“Bentuk dukungan Pemprov Sulut terhadap program ini yaitu dengan
ditetapkannya dua kabupaten Lokus pada tahun 2019, yakni kabupaten
Bolmong dan Bolmong Utara.  Dan menjadi 4 kabupaten pada tahun 2020,
yakni Bolmong, Bolmong Utara, Bolmong Selatan dan Minahasa Utara. Dan
implementasinya, keempat kabupaten Lokus tersebut telah melakukan 8
Aksi Konvergensi,” ungkap Sekprov dalam sambutan seperti dibacakan
Kepala Bappeda.

Diungkapkan juga, Pemprov Sulut melalui Surat Keputusan Gubernur Nomor
293 Tahun 2020 telah membentuk Tim Panelis Penilai Kinerja Kabupaten
Lokus dalam melaksanakan Intervensi Penurunan Stunting. Tim tersebut
diketuai oleh Kepala Bappeda dan Sekretaris Kepala Dinkes, serta  dan
beranggotakan 21 Perangkat Daerah.

Sekprov berharap tim tersebut tidak hanya melakukan penilaian tapi
juga diharapkan dapat memberikan dukungan dalam bentuk pengalokasian
anggaran untuk penanganan stunting.

“Penilaian kinerja tahun ini diharapkan menjadi ajang pembelajaran dan
daya saing yang dapat memotivasi pemerintah kabupaten/kota di Sulut
untuk meningkatkan kinerja dalam penanganan stunting,” ujar Sekprov.

“Tim Panelis juga diharapkan dapat melakukan pembinaan, pemantauan,
dan evaluasi terhadap program dan kegiatan Perangkat Daerah terkait di
tingkat kabupaten/kota dalam upaya konvergensi penanganan stunting
yang terintegrasi, baik dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan
pemerintah kabupaten/kota hingga pemerintah di tingkat
desa/kelurahan,” pungkasnya.

Selesai pembukaan dilanjutkan dengan peninjauan stand bagi panelis
untuk melihat apa yang tersampaikan dalam stand dimaksud, dan
dilanjutkan dengan presentasi dari 2 kabupaten/kota.

Kegiatan ini dihadiri Tim Teknikal Asisten Regional V Dirjen Bina
Pembangunan Daerah Kemendagri RI Sam Larowu, Sekdakab Bolmut Asripan
Nani, para pejabat Kabupaten Lokus (Bolmong; Bolmong Utara; Bolmong
Selatan; Minahasa Utara), dan diikuti secara virtual oleh para pejabat
di 11 Kabupaten/Kota lainnya di Sulut.

Sebelumnya Kabid Pemerintahan dan Sosbud Feibe Rondonuwu menyampaikan
laporan pelaksanaan kegiatan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Tim Panelis Penilaian Kinerja, Tim
“Task Force” Bappeda Sulut yakni Noldy Tuerah, Henriette Jacoba
Roeroe, Sheley Sondakh, dan Vivi George.(baz/kips)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional