Menu

Gempar Kembali Demo

  Dibaca : 23 kali
Gempar Kembali Demo

Tuntut Janji DPRD Bukti Registrasi Telah Dikirimnya Surat Penolakan
Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja ke DPR

KOTAMOBAGU – Gerakan aksi mahasiswa peduli rakyat (Gempar) kembali
melakukan demo terkait penolakan Omnibus Law Undang-Undang Cipta
Kerja. Massa yang berjumlah seratusan itu menagih janji
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)Kota Kotamobagu soal surat
penolakan yang ditujukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Demo diawali dengan melakukan long march dari Lapangan Kotamobagu
menuju Kantor DPRD Kotamobagu, dengan membawa bendera, atribut
masing-masing organisasi dan spanduk yang bertuliskan ‘Cabut Omnibus
Law #MosiTidakPercaya Lawan !! Lawan!!’.

Namun saat tiba di Kantor DPRD, para mahasiswa dihadang petugas dari
kepolisian resor (Polres) dan Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol-PP)
Kotamobagu. Merasa dihalangi, massa pun melakukan orasi depan kantor
tersebut.

Dalam orasi mereka mendesak wakil rakyat menunjukkan bukti registrasi
kalau surat yang mereka serahkan benar – benar telah dikirim. Selain
itu massa juga mengingatkan wakil rakyat tidak membuat berita bohong.

“Kami berharap Dewan perwakilan Rakyat tidak berubah menjadi Dewan
Pembohong Rakyat. Ini nasib rakyat ke depannya di Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI),” teriak mahasiswa.

Mereka juga mengatakan, jika tidak menolak Undang-Undamg Omnibus Law
Cipta Kerja tidak pro rakyat, mengibaratkan suatu negara yang menolak
kehadiran rakyatnya.

Dua legislator Novie Regie Manoppo dan Anugerah Begie Chandra Gobel
yang menemui para mahasiswa memperlihatkan bukti foto terkait surat
penolakan omnibus law yang telah dikirim ke DPR.

Namun para mahasiswa meminta registrasi tanda terima dari DPR, serta
bukti surat penolakan yang dikirim telah melalui sidang paripurna. Tak
puas dengan hasil tersebut, para mahasiswa pun membubarkan diri
masing-masing dan berjanji akan kembali dengan massa aksi yang besar.

Manoppo mengatakan, mulai dari mekanisme pengiriman dan pencatatan
surat yang dikirim ke DPR, sudah diperlihatkan dan diberikan kepada
mahasiswa. Sedangkan soal keinginan mereka masuk ke ruang paripurna,
dengan alasan keamanan.

“Dari awal kita ikut kemauan mereka untuk turun ke jalan bahkan sampai
hari ini. Namun untuk tuntutan dan permintaan mereka baiknya kita
selesaikan di luar ruangan,” katanya. (nto/jly)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional