Menu

Pemkot Manado Bantah Tudingan ‘Kongkalikong’ Anggaran THL dan Petugas Kebersihan

  Dibaca : 28 kali
Pemkot Manado Bantah Tudingan ‘Kongkalikong’ Anggaran THL dan Petugas Kebersihan
Franky Mocodompis

MANADO — Pemerintah Kota (Pemkot) Manado menepis tudingan miring imbas dari belum dicairkannya gaji Tenaga Harian Lepas (THL) dan petugas kebersihan.

Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Cerdas Command Center (KaPusTIK C3) Franky Mocodompis, menegaskan jika isu yang berkembang belakangan ini tidaklah benar.

“Justru Pak Wali telah melakukan rasionalisasi anggaran proyek fisik hingga sembilan puluh persen,” kata Mocodompis yang juga pernah dipercayakan sebagai Jubir Pemkot ini, kemarin.

Dijelaskannya, rasionalisasi anggaran yang dimaksud ialah pergeseran anggaran yang sebelumnya diplot Rp158 miliar untuk proyek fisik, namun dipangkas menjadi Rp143 miliar. “Dengan kata lain, anggaran yang tersisa tinggal sembilan puluh persen, dan itulah yang dipakainya,” urainya.

“Dari data ini mari kita bandingkan rasionalisasi yang wali kota lakukan pada dua jenis belanja yang sering dipolemikkan di masyarakat khususnya di media sosial. Kalau dilihat data belanja tidak langsung atau belanja pegawai yang terdiri dari komponen gaji, tunjangan, dll, dari anggaran sekitar 216 M lebih, rasionalisasi yang dilakukan hanya berkisar 20 persen atau sekitar 44M. Yang paling ramai atau menjadi tranding topic adalah Belanja Jasa Honor THL. Dari total honor THL pada APBD 2020 sebesar 146 M lebih, rasionalisasi yang dilakukan hampir mencapai 39 M dengan prosentase hanya 27 persen,” imbuhnya.

Selama memimpin Manado dalam dua periode, Wali Kota GS Vicky Lumentut (GSVL) sudah sungguh-sungguh menunjukkan keberpihakannya pada masyarakat Kota Manado.

“Jika dihitung anggaran yang dikembalikan langsung kepada masyarakat dalam bentuk dana duka, universal coverage, insentif pemuka agama, BPJS, setiap tahun bisa menyentuh angka lebih dari 100 miliar,” ungkapnya.

Dia pula menyatakan, kondisi saat ini sangat mungkin ‘digoreng’ untuk kepentingan tertentu terutama menjelang Pilkada 2020.

“Tapi beliau selalu berpesan agar selaku ASN kami semua mengedepankan etika, jangan emosi melayani pertanyaan publik, tetap berikan keterangan yang memiliki dasar kajian dan kuat. Terutama kepada saya dan tim di Cerdas Command Center yang setiap hari berhadapan dengan masyarakat baik melalui kanal pengaduan di media sosial dan Call Center 112, kami selalu diberikan dorongan agar terus memperkaya literasi publik dengan sajian data, fakta, dan regulasi, serta proaktif mengajak masyarakat menghindari hoaks dan ujaran kebencian,” tandasnya. (ein/zly)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional