Menu

Ada 7 Poin yang Ditekankan di Musrenbang Perubahan RPJMD 2017-2022 Kabupaten Sangihe

  Dibaca : 47 kali
Ada 7 Poin yang Ditekankan di Musrenbang Perubahan RPJMD 2017-2022 Kabupaten Sangihe
Fahri Damopolii

IPSANGIHE — Bupati Kabupaten Sangihe Jabes Ezar Gaghana membuka Musrenbang RPJMD perubahan Kabupaten Kepulauan Sangihe tahun 2017-2022.

Dalam sambutan secara virtual dari ruang rapat Bupati, Senin (02/11/20), Gaghana menekankan pentingnya masukan-masukan kritis dari setiap pemangku kepentingan dalam mimpi bersama, pengembangan bumi Tampungang Lawo.

“Kiranya ada kontribusi pemikiran nan konstruktif guna menunjang penyempurnaan kualitas perubahan dokumen RPJMD yang mengacu pada transparansi, akuntabel, tepat serta terarah,” harap Gaghana.

Ia menambahkan, susunan perubahan RPJMD ini harus bisa memberikan gambaran yang jelas, terkait visi-misi tujuan dan strategi serta arah kebijakan pembangunan sebagaimana janji kampanye lalu.

“Titik kritis dalam penyusunan RPJMD ini, adalah bagaimana mendorong terbangunnya keserasian terkait proses, konteks, dan konten dalam penyusunan dokumen perencanaan. Oleh karena itu, kesepakatan yang dibangun melalui usulan, mempunyai nilai penting untuk pembelajaran dalam penyusunan RPJMD yang lebih komprehensif,” ujarnya.

Orang nomor satu Sangihe ini pun menyebutkan jika kebutuhan terhadap ketersediaan rencana pembangunan daerah yang aktif, aspiratif, dan mampu menjadi rujukan pelaksanaan pembangunan di daerah, menjadi semakin penting, apalagi mengingat keberadaan pemerintahan dalam era otonomi daerah.

“Rencana pembangunan daerah, disusun tidak hanya berdasarkan potensi, ataupun kemampuan masing-masing daerah, tapi sinergis dengan rencana pembangunan nasional, sehingga perubahan RPJMD 2017-2022 ini, sifatnya strategis dalam upaya mewujudkan visi kabupaten kepulauan Sangihe yang merupakan perbatasan di teras utara NKRI, sebagai gerbang maritim Indonesia yang maju, sejahtera dan mandiri,” urainya.

Dan untuk mencapai visi yang dimaksud, maka dirinya berharap agar setiap OPD mampu menerjemahkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati ke dalam program pembangunan pada dokumen RPJMD dan rencana strategis (Renstra) 2017-2022.

“Ini bukan hal yang sulit, tapi tidak juga mudah, karna dengan waktu yang singkat, kita harus memotret kondisi global, nasional, regional dan daerah. Dalam hal ini, dibutuhkan komitmen yang tinggi dari tim penyusun RPJMD sehingga mendapatkan dokumen yang berkualitas,” tegas Bupati yang akrab di sapa Ara Jabes ini, sembari mengingatkan para pimpinan OPD, agar dalam penyusunannya, wajib memperhatikan beberapa hal penting, yang terangkum dalam 7 point penekanan (Lihat draft).

Dalam pantauan awak media ini, gelaran perubahan RPJMD 2017-2020, berjalan dengan baik dan berlangsung aktif, baik dalam pemaparan materi, hingga diskusi panel, dengan melahirkan pertanyaan dan beragam masukan dalam tujuan penyempurnaan rancangan RPJMD, yang melibatkan Forkopimda Sangihe, Pimpinan-pimpinan OPD dan Kecamatan, tokoh masyarakat, insan pers, tokoh agama dan tokoh adat, bahkan tokoh milenial Sangihe.

Musrenbang diakhiri dengan penandatanganan kesepahaman, yang melibatkan perwakilan tiap pemangku kebijakan yang hadir.

7 Point Acuan Penyusunan RPJMD
1. Melakukan tahapan yang intensif, selektif dan efisien terkait proses konteks dan konten penyusunan perencanaan sehingga tepat waktu dan berkualitas,

2. Memprioritaskan pembangunan dan renstra agar mengacu pada pencapaian visi-misi RPJMD yang merupakan penjabaran Bupati dan Wakil Bupati terpilih.

3. RPJMD dan renstra OPD merupakan dokumen penting sehingga kualitas dokumen harus dijaga, mengingat dokumen tersebut merupakan alat koordinasi sebelum stake holder menuntun arah, meminimalkan ketidakpastian dan sebagai alat menilai kinerja pembangunan daerah.

4. Kualitas RPJMD juga merupakan dasar penilaian akuntabilitas kinerja pemerintah daerah

5. Dalam menetapkan indikator dan target kinerja OPD tidak perlu terlalu banyak, cukup disesuaikan dengan isu dan permasalahan ke depan dan sesuai Tupoksi OPD.

6. Prioritas pembangunan renstra OPD harus mendukung pencapaian visi dan misi kepala daerah yang tercantum dalam RPJMD. Hal ini menjadi sangat penting, mengingat pencapaian visi dan misi kepala daerah sangat tergantung pada capaian sasaran pelaksanaan program kegiatan di OPD.

7. Dalam penyusunan program kegiatan, harus direncanakan dengan baik, mengingat penganggaran program kegiatan tidak dapat dialokasikan apabila tidak sesuai dengan dokumen perencanaan.

***Gerald Kobis

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional