Menu

Barangka United Rebut Piala Persaudaraan

  Dibaca : 33 kali
Barangka United Rebut Piala Persaudaraan
JUARA: Barangka United melaksanakan selebrasi kemenangan.
SANGIHE — Sempat tertunda nyaris sebulan penuh, Piala Persaudaraan yang digelar Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kepulauan Sangihe, akhirnya tuntas mementaskan pertarungan pamungkas, yang mempertemukan duo Moubungang kecamatan Manganitu ; Barangka United versus Manganitu Selection.
Dalam pertarungan sengit pada Sabtu (07/11/20), Barangka United melenggang pasti ke podium juara, setelah menghempaskan perlawanan tim sekotanya itu dipartai final, dengan dua gol tanpa balas oleh Jibi wuwungan dan Cristovan Rampala.
Pasca pengalungan medali dan penyerahan piala, Ketua Askab Sangihe, Michael Thungari menyatakan syukurnya, karna setelah berproses sekian lama, Piala Persaudaraan boleh berakhir dengan baik.
“Nyaris di keseluruhan Sulawesi Utara (Sulut), tidak ada pertandingan sepak bola, namun kita di Sangihe mampu melewati Piala Persaudaraan ini, tidak hanya dengan sportifitas yang terjalin dengan baik, tapi juga dengan penekanan protokol kesehatan yang telah dimaksimalkan, baik oleh panitia maupun setiap tim,” ujar Thungari.
Dirinyapun mengucapkan apresiasinya terhadap setiap pihak yang sudah berperan aktif dalam menjamin keberlangsungan gelaran ini sedari awal, sehingga tetap berjalan kondusif dan sesuai cita-cita ; mengembangkan dunia sepak bola bumi Tampungang Lawo, lebih baik lagi. “Tentu saja kami harus berterima kasih, baik kepada Pemerintah, pihak Kepolisian, Tim-tim, manajemen, hingga supporter yang sudah menjaga kondusifitas serta sportivitas sehingga piala persaudaraan berakhir dengan baik dan sukses,” kunci pria yang juga menjabat Wakil Ketua II DPRD Sangihe ini. Sementara itu, Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana menyebutkan jika hal ini merupakan perhelatan yang luar biasa. Dirinyapun bersyukur, karna baik gelaran piala persaudaraan kali, maupun gelaran-gelaran sebelumnya, jargon sportivitas dapat terus dikumandangkan baik oleh masing-masing, lebih spesifik lagi para pemain, manajemen, supporter, bahkan panitia dan tim pengadil (wasit, red).
“Hari inipun merupakan sebuah sejarah, dimana pada partai final ada dua tim yang berasal dari wilayah yang sama, dan mereka mencerminkan dengan baik arti dari persaudaraan. Tidak hanya namanya, tapi juga tatanan yang sudah terbangun,” ungkap Gaghana.
Sebagai orang nomor satu di jajaran Pemkab Sangihe, dirinyapun menyebutkan jika pihaknya mensupport akan selalu agenda-agenda seperti ini, apalagi jika menyangkut pengembangan prestasi kaum muda dibidang olahraga. Selain itu, dirinyapun berharap kedepannya selalu lahir perbaikan-perbaikan, tidak hanya dari tim dan pemain, tapi juga dari sektor sarana prasarana penunjuang yang sudah pasti berdampak pada meningkatnya kualitas permainan. “Untuk sarana prasarana, kita akan tetap berjuang untuk memberikan yang lebih baik. Karna untuk sarana merupakan bagian dari pemerintah pusat, maka kamipun sangat berharap akan ada perhatian agar peningkatan kualitas sepak bola di Sangihe berjalan seiring dengan peningkatan sarana-prasarananya,” kunci Ara Jabes (Baca : Gaghana). Selain duo moubungang, ada sejumlah penghargaan yang turut diberikan, yakni penghargaan peringkat ketiga milik tim Muda Baru Lebo, dan gelar individual yang turut mewarnai final piala persaudaraan 2020, antara lain gelar Top Skor yang raih oleh Sanuno Sinadia, pemain Manganitu selecion dengan 9 gol, Christovan Rampala, pemain Barangka United yang dianugerahi Pemain terbaik, Syarin Laloh, juru taktik Bintang Utara Tolendano yang menjadi Pelatih terbaik, yang sekaligus membawa timnya sebagai Tim Fair Play dan peringkat ke-4 piala persaudaraan. (ger)
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional