Menu

Stop Politik Identitas

  Dibaca : 51 kali
Stop Politik Identitas
Cindy Rantung dan Zamroni Khan

TOMOHON-Politik identitas harus menjadi musuh bersama oleh seluruh elemen masyarakat Kota Tomohon. Pendukung masing-masing pasangan calon wajib berkomitmen untuk tidak menggiring isu suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

Sebab, isu SARA dapat menimbulkan perpecahan. Tokoh Agama pun sepakat untuk melawan politik identitas dalam kontestasi pemilihan kepala daerah 9 Desember mendatang.

Bendahara Komisi Pemuda Sinode GMIM (KPSG), Cindy Maria Magdalena Rantung MH mengatakan, penggiringan isu SARA di kota religius ini sangat tidak pantas. Menurutnya, laporan Polisi yang dilakukan oleh calon Wawali terhadap penyebar isu SARA itu sudah tepat.

“Kota Tomohon ini adalah kota toleran. Di sini warga hidup rukun dan damai dengan agama, dan suku yang berbeda. Jadi jangan bawa politik identitas di Kota Tomohon,” tegas Rantung.

“Hal buruk seperti ini jangan dibiarkan, karena ini sangat berpotensi perpecahan. Jika terus-terusan dibiarkan, pasti akan berefek buruk pada kerukunan antar umat beragama,” tukasnya.

Senada disampaikan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tomohon Zamroni Khan. Tokoh Umat ini mengatakan, banyak hal positif yang bisa digiring untuk kemajuan Kota Tomohon.

“Tidak harus melempar isu yang bisa membuat hubungan tidak baik antar umat beragama atau antar golongan ,” imbau Zamroni.

Ia berharap Pilkada serentak Tahun 2020 ini boleh berjalan dengan damai, aman dan berkualitas. “Sehingga boleh menghasilkan pemimpin yang akan membawa Kota Tomohon dan Sulawesi Utara makin baik,” kunci Zamroni. (elk)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional