Menu

Kerjasama Triple Helix Ciptakan Ketahanan Pangan di Sulut

  Dibaca : 22 kali
Kerjasama Triple Helix Ciptakan Ketahanan Pangan di Sulut
KETAHANAN PANGAN: Deputi Bappenas Arifin Rudiyanto bersama Rektor Unsrat Ellen Kumaat berdialog dengan tim tentang rencana MoU Triple Helix pengembangan agrikultur.

Bappenas Gandeng Unsrat Kembangkan Sapi dan Kelapa di Bolmut

MANADO — Kementerian PPN/Bappenas memberi perhatian serius untuk menciptakan ketahanan pangan di Sulawesi Utara. Bappenas dan Universitas Sam Ratulangi Manado tengah membahas rancangan Nota Kesepahaman Kemitraan Triple Helix untuk Pengembangan Agrikultur/Ketahanan Pangan untuk meningkatkan produksi daging sapi nasional.

Menurut Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas Arifin Rudiyanto hal ini sebagai upaya serius Bappenas karena saat ini neraca daging sapi nasional masih defisit, terbukti dari ketersediaan daging sapi yang masih belum mencukupi permintaan.

“Nota Kesepahaman ini menjadi sangat penting di dalam peningkatan produksi daging sapi nasional, mengingat pada saat ini neraca daging sapi nasional masih defisit,” katanya saat bertemu dengan Rektor Unsrat Prof Ellen Kumaat, di Manado.

Menurut data, saat ini ketersediaan daging sapi baru 423 ribu ton atau masih di bawah perkiraan permintaan sebesar 717 ribu ton. Ke depan, menurut Arifin, kebutuhan konsumsi daging sapi diperkirakan terus meningkat, sehingga produksi daging sapi harus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Untuk itu, sebagai salah satu langkah yang dapat kita ambil bersama adalah melalui skenario Pengembangan Peternakan Sapi Terintegrasi Hulu-Hilir yang mencakup penguatan pembibitan, budidaya, pengolahan hasil ternak, dan distribusi sampai ke tingkat konsumen,” jelas Arifin.

Upaya peningkatan produksi daging nasional, katanya, menjadi salah satu prioritas nasional (PN) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, yaitu PN 1: Penguatan Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan yang Berkualitas yang dijabarkan ke dalam Program Prioritas 3: Peningkatan Ketersediaan, Akses, dan Kualitas Konsumsi Pangan dan Program Prioritas 6: Peningkatan Nilai Tambah, Lapangan Kerja, dan Investasi di Sektor Riil dan Industrialisasi.

“Pemerintah mendorong skema Triple Helix, yaitu strategi kerjasama keterlibatan tiga pihak, pemerintah, akademisi, dan industri. Skema Triple Helix diarahkan untuk pengembangan peternakan sapi terintegrasi hulu-hilir yang terdiri dari komponen pembibitan sapi, penyediaan pakan dan obat hewan, pengembangan budidaya sapi modern, peternakan sapi rakyat, penguatan rumah potong hewan, industri pengolahan daging sapi, serta riset dan pengembangan SDM melalui pendidikan dan pelatihan,” tutur Arifin.

Deputi Arifin menjelaskan, untuk memperkuat riset dan meningkatkan kualitas pendidikan, Kementerian PPN/Bapepnas memfasilitasi pembahasan pengembangan integrasi budidaya sapi dan kelapa antara Universitas Sam Ratulangi Manado dan Central Queensland University (CQU). Program tersebut rencananya dilaksanakan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dengan populasi sapi sebanyak 19 ribu ekor dan produksi kelapa sebesar 16 ribu ton pada 2018.

Sementara Rektor Ellen Kumaat berharap kerja sama ini dapat memperkuat ketahanan pangan di Sulawesi Utara melalui peningkatan ketersediaan dan kualitas konsumsi pangan.

“Perguruan tinggi mempersiapkan SDM yang memiliki kompetensi di bidang peternakan, baik di bidang pengetahuan dan teknologinya. Untuk itulah Universitas Sam Ratulangi dan CQU dapat berperan dalam menciptakan nilai tambah terhadap produk yang dihasilkan melalui ketersediaan program studi terkait di Universitas Sam Ratulangi,” jelas Ellen.(baz)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional