Menu

KPU Jamin Kesehatan Warga Pemilih

  Dibaca : 16 kali
KPU Jamin Kesehatan Warga Pemilih
Ardiles Mewoh

TOMOHON – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Utara (Sulut) Dr Ardiles Mewoh mengimbau warga pemilih tidak takut datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), untuk memberikan hak pilih pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, 9 Desember nanti.

Menurut Ardiles, KPU telah menjamin kesehatan seseorang terhadap terkontaminasinya pemilih terhadap virus tersebut, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan tepat.

Penegasan itu disampaikan Mewoh menanggapi selentingan yang disampaikan oknum – oknum tertentu soal risiko terjangkitnya virus corona akibat terjadinya kerumunan warga.

 “Kami (KPU Sulut-red) kerap memantau sekaligus memberikan sosialisasi kepada penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu), tidak hanya di kota dan kabupaten tapi juga di kecamatan, kelurahan dan lingkungan,” ujar Ardiles, saat memantau simulasi pemungutan dan perhitungan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur serta walikota dan wakil walikota, di Kota Tomohon, belum lama ini.

Mewoh juga menegaskan telah menerapkan berbagai regulasi terkait Pilkada serentak di tengah pandemi COVID-19. Dikatakannya, simulasi dengan menerapkan protokol kesehatan wajib dilakukan, karena baru pertama kali dilakukan.

“Pastinya, akan ada warga pemilih yang tidak tahu mekanisme saat mencoblos, karena di tengah pandemi ada sedikit perubahan. Contohnya, warga wajib cuci tangan, dilarang berkerumun dan larangan lainnya,” katanya.

Dikatakan, perubahan mekanisme pencoblosan tidak hanya terjadi di Sulut tapi di semua daerah yang menyelenggarakan Pilkada. Ardiles mengatakan, perubahan pencoblosan merupakan aturan yang bersifat nasional karena penerapan aturannya langsung dari pemerintah pusat.

“Kita wajib menjalankan setiap aturan karena memang ada regulasinya. Kita juga harus memastikan tidak satupun warga pemilih yang tertular virus corona,” katanya mengingatkan.

Menyinggung kesiapan petugas Kelompok Penyelenggara dan Pemungutan Suara (KPPS) dan petugas ketertiban, Ardiles menegaskan, semuanya wajib  menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

“Bila nantinya ada pemilih yang suhu tubuhnya diatas 37,3 derajat celcius disiapkan bilik khusus. Jadi potensi untuk terinfeksi virus corona sangat kecil, bila masing-masing pemilih bisa disiplin,” imbau Mewoh.

Begitu juga dengan durasi waktu pencoblosan suara yang kemungkinan besar bertambah, Ardiles mengatakan, telah berkoordinasi dengan badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu) dan penyelenggaran pilkada lainnya.

“Selain durasi waktu, kita juga membicarakan prioritas pelayanan kepada penyandang disabilitas. Akan diupayakan seperti apa caranya, agar mereka tidak terlalu lama menunggu,” katanya. (ing/elk)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional