Menu

Proyeksi APBD Sulut 2021 4,087 Triliun

  Dibaca : 13 kali
Proyeksi APBD Sulut 2021 4,087 Triliun
Agus Fatoni

Bangkit Setelah Pandemi, Target PE 4-6% 

MANADO — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menargetkan makro ekonomi Sulut di tahun 2021 tidak jauh beda dengan 2020. Yaitu pertumbuhan ekonomi 4-6%, inflasi 3%, tingkat kemiskinan pada kisaran 7,5-8%, angka pengangguran 6-7%, dan IPM dapat dipertahankan pada angka 72.

Demikian disampaikan Pjs Gubernur Sulawesi Utara Agus Fatoni saat menghadiri rapat paripurna DPRD Provinsi Sulut dalam rangka penyampaian/penjelasan Pjs Gubernur Sulut terhadap Ranperda APBD Sulut TA 2021 yang digelar di Kantor DPRD Sulut, Kamis (19/11/2020).

Fatoni mengatakan bahwa tidak dipungkiri, akibat pandemi COVID-19, beberapa sektor pembangunan perlu digairahkan untuk pemulihan ekonomi daerah.

“Diasumsikan bahwa tahun 2021 kondisi perekonomian daerah sudah mulai membaik dengan sektor pertanian, perikanan kelautan dan kehutanan tetap bertumbuh positif dan memberikan kontribusi terbesar terhadap pembentukan struktur perekonomian daerah,” katanya.

Di samping itu, untuk mencapai target capaian makro tersebut, Pjs Gubernur Agus Fatoni menuturkan bahwa sektor pariwisata juga secara penuh dapat digalakkan dengan membangun fasilitas sarana prasarana dan akses penghubung objek-objek wisata, serta mempersiapkan dan memberdayakan masyarakat lokal sekitar kawasan wisata.

“Selanjutnya, UMKM dan IKM skala rumah tangga dapat secara optimal kita dorong untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap pergerakan ekonomi lokal,” sambungnya.

Diketahui, tema RKPD Sulut 2021 adalah: Mempercepat Pemulihan Ketahanan Ekonomi dan Kehidupan Masyarakat Didukung Pengembangan Pariwisata dan Industri Berbasis Sumberdaya Lokal”.

Fatoni menjelaskan bahwa tema pembangunan ini didukung dengan 17 prioritas pembangunan daerah. Yakni: Penanggulangan Kemiskinan dan Pengangguran; Pembangunan Pendidikan; Pembangunan Kesehatan; Kedaulatan Pangan; Pembangunan Perdesaan dan Perkotaan; Revitalisasi Pertanian dan Perkebunan; Pembangunan Pariwisata; Infrastruktur; Pembangunan Perumahan dan Pemukiman; Pembangunan Industri/Kawasan Ekonomi Khusus; Peningkatan Daya Saing Investasi; Perikanan dan Kemaritiman; Pengelolaan Bencana dan Mitigasi Iklim; Pembangunan Kawasan Perbatasan; Revolusi Mental; Trantibmas dan Reformasi Birokrasi.

Lanjut Fatoni, untuk menggapai target maupun sasaran-sasaran pembangunan secara optimal di tahun 2021, maka APBD Provinsi Sulut 2021 telah disusun sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan daerah dan kemampuan pendapatan daerah serta berpedoman pada RKPD dengan memperhatikan azas umum penyusunan APBD.

Tambah dia, ada perbedaan mekanisme dalam penyusunan APBD 2020 dan APBD 2021. Yakni pada APBD 2020, siklus keuangan daerah mulai dari tahapan perencanaan, penganggaran, penatausahaan, serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah proses perencanaan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA), yang merupakan aplikasi komputer yang dikembangkan oleh BPKP.

Sedangkan pada APBD 2021, Pemerintah Daerah sudah diharuskan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri, dengan berpedoman pada Permendagri 70 Tahun 2019, yang ruang lingkupnya menyangkut informasi pembangunan daerah, informasi keuangan daerah, dan informasi pemerintah daerah lainnya.

Usai Pjs Gubernur Sulut menjelaskan Ranperda APBD Sulut 2021, rapat paripurna dilanjutkan dengan pandangan umum seluruh fraksi di DPRD Sulut.

Seluruh fraksi di DPRD Sulut baik PDIP, Nasdem, Golkar, Demokrat dan Nyiur Melambai dalam pandangan umum fraksi yang disampaikan melalui juru bicaranya masing-masing menyatakan setuju agar Ranperda APBD Sulut dibahas pada tingkat selanjutnya sebelum ditetapkan menjadi Perda.(baz/hbm)

Stuktur APBD Sulut 2021

PENDAPATAN DAERAH              Rp.4.072.026.447.248

PAD        Rp.1.413.013.163.248

Transfer Daerah Rp.2.639.013.284.000

Lain-lain pendapatan Rp.20.000.000.000.

BELANJA DAERAH               Rp.4.087.336.840.827

–        Belanja Operasi, yang terdiri dari: Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa, Belanja Bunga, Belanja Subsidi, Belanja Hibah, dan Belanja Bantuan Sosial sebesar Rp.3.063.050.823.477.

–        Belanja Modal, yang terdiri dari: Belanja Modal Tanah, Belanja Modal Peralatan dan Mesin, Belanja Modal Gedung dan Bangunan, Belanja Modal Jalan, Jaringan dan Irigasi, dan Belanja Modal Aset Tetap Lainnya, sebesar Rp.560.478.703.639.

–        Belanja Tidak Terduga, sebesar Rp.7.000.313.711

–        Belanja Transfer, yang terdiri dari: Belanja Bagi Hasil, dan Belanja Bantuan Keuangan, sebesar Rp.456.807.000.000.

–        Penerimaan Pembiayaan Daerah Tahun 2021 direncanakan sebesar Rp.95.470.393.579.

–        Pengeluaran Pembiayaan Daerah direncanakan sebesar Rp.80.160.000.000.

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional