Menu

APBD 2021 Ditetapkan 4,08 Triliun

  Dibaca : 45 kali
APBD 2021 Ditetapkan 4,08 Triliun
SAH: Penyerahan buku APBD 2021 yang telah selesai dibahas oleh Ketua DPRD kepada Pjs Gubernur.

Anggaran Pendidikan 1,46 Triliun, Kesehatan 460 Miliar

MANADO — Pemprov Sulawesi Utara (Sulut) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut menyepakati penetapan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Sulut Tahun 2021 dan penetapan Ranperda APBD Sulut Tahun Anggaran 2021 menjadi Perda. Kesepakatan itu ditandai dengan ditandatanganinya nota kesepakatan tentang penetapan Propemperda dan Ranperda APBD Sulut 2021 oleh Pjs Gubernur Sulut Agus Fatoni dan Ketua DPRD Sulut Andi Silangen, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sulut.

“Penetapan Propemperda dan Ranperda APBD Sulut 2021 penting sekaligus mampu menjawab beberapa persoalan dalam proses tumbuh kembang daerah ke depan sehingga dapat membawa progres terhadap pembangunan Sulut pada tahapan yang lebih maju,” kata Fatoni.

APBD Sulut 2021 terdiri atas: Target Pendapatan Daerah 2021 sebesar Rp.4.072.026.447.248. Jumlah ini

– Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp.1.413.013.163.248.

– Pendapatan Transfer sebesar Rp.2.639.013.284.000.

– Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah sebesar Rp.20.000.000.000.

Belanja Daerah dianggarkan sebesar Rp.4.087.336.840.827 dengan rincian:

– Belanja Operasi, yang terdiri dari: Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa, Belanja Bunga, Belanja Subsidi, Belanja Hibah, dan Belanja Bantuan Sosial, sebesar Rp.3.061.533.623.168.

-Belanja Modal, yang terdiri dari: Belanja Modal Tanah, Belanja Modal Peralatan dan Mesin, Belanja Modal Gedung dan Bangunan, Belanja Modal Jalan, Jaringan dan Irigasi, dan Belanja Modal Aset Tetap Lainnya, sebesar Rp.561.995.903.948.

– Belanja Tidak Terduga, sebesar Rp.7.000.313.711.

– Belanja Transfer, yang terdiri dari: Belanja Bagi Hasil, dan Belanja Bantuan Keuangan, sebesar Rp.456.807.000.000.

  1. Pembiayaan Daerah

Penerimaan Pembiayaan Daerah Tahun 2021 direncanakan sebesar Rp.95.470.393.579.

Sedangkan Pengeluaran Pembiayaan Daerah direncanakan sebesar Rp.80.160.000.000.

Sementara target capaian makro di tahun 2021 dan uraian struktur Ranperda APBD 2021 disusun sesuai perhitungan mandatory spending. Yakni:

  1. Mengalokasikan anggaran fungsi pendidikan paling sedikit 20% dari belanja daerah, dalam rangka peningkatan pelayanan bidang pendidikan. Dimana dalam APBD ini dialokasikan anggaran sebesar Rp.1.465.400.689.557.
  2. Mengalokasikan anggaran kesehatan minimal 10% dari total belanja APBD di luar gaji, dalam rangka peningkatan bidang kesehatan. Dalam APBD 2021, telah dialokasikan anggaran sebesar Rp.460.221.640.061 atau sebesar 14,01%;
  3. Mengalokasikan anggaran pengawasan yang ditetapkan berdasarkan besaran dari total belanja daerah, dengan klasifikasi yaitu di atas Rp4 triliun sampai dengan Rp10 triliun paling sedikit sebesar 0,60% dari total belanja daerah dan di atas Rp36 miliar. Dan Dimana dalam APBD 2021 telah dialokasikan anggaran tersebut sebesar Rp.42.936.435.523, atau 1,05%. Ini mengindikasikan bahwa aspek pengawasan pada tahun 2021 akan semakin ditingkatkan.

Selain itu, ungkap Fatoni, penyusunan APBD 2021 telah menerapkan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) atau menggunakan aplikasi SIPD, yang ruang lingkupnya menyangkut informasi pembangunan daerah, informasi keuangan daerah, dan informasi pemerintah daerah lainnya.(baz/hbm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional