Menu

Di Tengah COVID, Kinerja Pegadaian Manado Tetap Tumbuh Positif

  Dibaca : 22 kali
Di Tengah COVID, Kinerja Pegadaian Manado Tetap Tumbuh Positif

Pimwil Pegadaian Manado Zulfan Adam saat memaparkan kondisi kinerja sepanjang 2020 kepada wartawan melalui aplikasi Zoom Meeting

MANADO — Kinerja PT pegadaian (Persero) Kantor Wilayah V Manado sepanjang 2020 menunjukkan hasil positif. Meski di masa pandemi COVID-19 yang menerjang seluruh sendi kehidupan, namun capaian laba usaha hingga Novmber sudah menyentuh angka 95,78% dari target.
Pimpinan Wilayah (Pimwil) Pegadaian Kanwil V Manado, Zulfan Adam kepada sejumlah wartawan dalam media gathering yang digelar secara virtual, Rabu (30/12/2020), mengungkapkan laba usaha mencapai Rp532,3 miliar dari target Rp555,7 miliar.
“Kinerja keuangan sampai bulan November 2020 kemarin, kami berhasil mengumpulkan laba sebsar 95,78%. Realisasi sudah 532,3 miliar. Mudah-mudahan di akhir Desember ini target laba tersebut bisa kami capai,” ujarnya.
Diungkapkan juga kinerja bisnis Pegadaian Kanwil V Manado hingga 23 Desember 2020 untuk out standing loan (OSL) atau sisa uang pinjaman dari nasabah berupa piutang yang tidak ditebus sebanyak Rp4,732 triliun atau 100,6% dari target sebesar Rp4,702 triliun. Naik 15,2% year-to-date dari tahun sebelumnya.
“OSL Average dari target 4,272 T, telah tercapai 4,493 T atau sudah mencapai 105,1%. Omset kami sudah mencapai 96,6%. Sementara nasabah kami atau Customer Information File (CIF) sudah mencapai 107,7%,” kata alumni Fakultas Ekonomi Unsrat itu.
Zulfan berharap agar omset yang telah mencapai 96,6% itu dapat mendekati hingga 100% pada akhir tahun. “Karena omset inilah yang murni kita salurkan kepada masyarakat,” ungkapnya seraya menambahkan terkait perkembangan nasabah atau CIF di seluruh area hingga penghujung 2020 .
“Secara month-to-month dari November yang berada di 1.155.511 menjadi 1.181.358 nasabah pada bulan Desember, atau naik 2,24%. Sementara year-on-year kita sudah tumbuh sebesar 19,56%. Dan CIF itu kita sudah mencapai 107,7% dari target yang ada,” ungkap Zulfan.
Untuk perkembangan produk Tabungan Emas juga meningkat. Zulfan menilai bahwa Tabungan Emas ini memiliki banyak fungsi ke depan. Antara lain masyarakat nantinya sudah tidak perlu lagi membawa perhiasan, namun cukup membawa buku Tabungan Emas atau melalui aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS).
“Tabungan Emas dari target jumlah nasabah sampai Desember 2020 sebanyak 333.001, ini sudah tercapai 389.859, dengan jumlah akun sebanyak 405.991 dan nilai 572.555 gram. Total nilai sebanyak Rp410 miliar,” tukasnya.
Secara spesifik juga sosok yang telah dipromosi untuk menduduki jabatan di Pegadaian Makassar tersebut menjelaskan kemudahan mencairkan Tabungan Emas. Yakni, nasabah diberikan pilihan untuk menjual emasnya atau hanya menggadaikan saja.
“Di dalam buku tabungan hanya tertera nilai berat emas, yang kemudian dikonversi dengan harga jual emas saat itu. Jumlah itu yang boleh ditarik uangnya. Terserah, emas dijual atau hanya digadaikan saja,” ungkap Zulfan.
Sekadar referensi, Pegadaian Manado membawahkan wilayah keraja di enam provinsi. Yakni Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua dengan total 49 Kantor Cabang yang terdiri dari 42 Konven dan 7 Syariah, serta 242 Unit Pelayanan yang terdiri dari 209 Konven dan 33 Syariah.(baz)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional