Menu

CASN Wajib Ber-KTP Bolsel

  Dibaca : 8 kali
CASN Wajib Ber-KTP Bolsel
Hi Iskandar Kamaru

Iskandar: Bolsel Bukan ‘Rest Area’ Seleksi CASN

BOLSEL — Jangan jadikan Bolsel seperti rest area dalam mengikuti seleksi calon aparatur sipil negara (CASN). Hal itu ditegaskan Bupati Hi Iskandar Kamaru, saat penyerahan surat keputusan (SK) pengangkatan CASN tahun 2019, Senin (11/1/21). “Bolsel bukan rest area. Ikut seleksi CASN, setelah lulus belum lama mengabdi sudah mengajukan pindah,” tegas bupati. Top eksekutif Bolsel ini, menginstruksikan seluruh CASN yang baru menerima SK, mengurus kartu tanda penduduk (KTP) Bolsel. “Saya beri waktu satu minggu mengurus KTP. Semua CASN Bolsel harus ber-KTP Bolsel. Setelah tuntas, laporkan ke BKPSDM ” ujarnya. Selama 15 tahun kata bupati, CASN tidak bisa mengajukan pindah. Hal tersebut sesuai pernyataan yang sudah ditandatangani saat mendaftar dalam seleksi rekrutmen CASN. “Jangankan pindah ke luar daerah, pindah penempatan tugas juga tidak bisa selama 15 tahun,” katanya. “Ini konsekuensi dari pilihan anda. Saat mengikuti seleksi, anda memilih Bolsel. Begitu juga dengan instansi penempatan,” tambahnya. Khusus CASN dari luar daerah katanya, saat seleksi bersaing dengan putra putri daerah. Sehingga, berkah yang sudah diterima saat ini harus disyukuri lewat dedikasi. “Kalian bersaing dengan putra daerah. Mereka juga sudah berusaha dan berdoa, tapi rezeki berpihak pada kalian. Mulai saat ini, belajar mencintai dan menjadi bagian dari masyarakat Bolsel,” ujarnya. Pasangan Wabup Deddy Abdul Hamid ini, menginstruksikan CASN segera menyesuaikan diri dengan instansi  penempatan , meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan kompetensi dalam berinovasi sesuai bidang masing-masing. “Berikan masukan konstruktif secara santun kepada pimpinan dalam melakukan perubahan. Cintai dan nikmati pekerjaan kalian serta jangan cepat berpuas diri dalam berinovasi,” ujarnya. Ia juga menekankan disiplin para abdi negara. “Disiplin, loyalitas dan profesionalisme harus menjadi modal awal bagi kalian (CASN, red) dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah,” tegasnya. Terkait Latihan dasar (Lantar) katanya, rencananya dilaksanakan triwulan ke 3. “Pemerintah daerah sudah menyiapkan anggaran Latsar. Jadi peserta tidak lagi mengeluarkan biaya,” katanya. Kesempatan tersebut, bupati mengucapkan selamat kepada seluruh CASN. “Selamat  bergabung dan mengabdi di pemerintah daerah dan masyarakat Bolsel. Jadilah aparatur melayani bukan dilayani dan jadi teladan di tengah masyarakat,” ujarnya. Mengakhiri sambutannya,  bupati kembali mengingatkan seluruh ASN dan masyarakat Bolsel terus menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Sebelumnya,  Kepala BKPSDM Ahmadi Modeong mengatakan, bupati dan wakil bupati memiliki alasan menolak pengajuan pindah. Salah satunya, Pemkab Bolsel masih kekurangan pegawai. “Selain itu akan berpengaruh pada pengajuan CASN di tahun berikutnya,” kata Ahmadi, belum lama ini. Dicontohkannya, Pemkab mengajukan formasi fisioterapi pada rekrutmen CASN dan disetujui pemerintah pusat berdasarkan Anjab dan ABK. Saat seleksi, formasi tersebut sudah terisi. Otomatis, pemerintah pusat mengetahui bahwa formasi fisioterapi di Bolsel sudah terpenuhi. Sehingga tidak perlu lagi mengajukan formasi yang sama pada rekrutmen selanjutnya. “Sementara, ASN yang bersangkutan sudah mengajukan pindah ke luar daerah. Jika disetujui tentu akan merugikan daerah karena posisi tersebut akan kosong. Padahal posisi itu menjadi kebutuhan daerah khususnya dalam pelayanan masyarakat,” tuturnya. (lel)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional