Menu

Kejari Yapen Sita 90 Dokumen Milik Unima

  Dibaca : 33 kali
Kejari Yapen Sita 90 Dokumen Milik Unima
Tim penyidik kejaksaan negeri Kepulauan Yapen, Provinsi Papua.

Terkait Dugaan Korupsi Dana Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Senilai 4 Miliar

MANADO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Yapen, Provinsi Papua, menyita 90 dokumen milik Universitas Negeri Manado (Unima) di Tondano, Rabu 13/01/21). Penggeledahan di kantor pusat Unima dipimpin Kepala Kejari Yapen, Marcelo Bellah SH MH.

Penggeledahan tersebut terkait penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi pada kerjasama pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat di Kabupaten Kepulauan Yapen, Propinsi Papua, antara Kabupaten Kepulauan Yapen dan Unima.

“Hari ini kami melakukan penggeledahan di Universitas Manado, karena terdapat dugaan pidana korupsi, yang terindikasi merugikan negara kurang lebih 4 miliar,” ujar Bellah.

Menurutnya, sebagian besar pimpinan Unima telah diperiksa di Manado. Direncanakan, sebagian besar pimpinan Unima lainnya lainnya akan diundang ke Kejari Kepulauan Yapen untuk dimintai keterangan.

Bellah menambahkan, kemungkinan barang bukti masih akan bertambah. Dia merencanakan akan datang lagi ke Unima untuk mengambilnya. Menurutnya, tidak terkumpulnya seluruh bukti karena terganjal beberapa kendala.

Sehari sebelumnya, Selasa (12/1/21) tim penyidik Kejari Kepulauan Yapen telah mengambil keterangan mantan pembantu rektor I dan pembantu rektor III Unima. Pada pemeriksaan itu, penyidik meminjam salah satu ruangan milik Kejari Manado.

Sejauh ini belum diketahui pasti hasil pemeriksaan tersebut. Meski begitu diperoleh keterangan kalau kasus tersebut terkait kuliah jarak jauh yang melibatkan ratusan mahasiswa.

Kabar lainnya menyebutkan kalau sistem perkuliahan jarak jauh dengan cara memberangkatkan sejumlah pengajar atau dosen ke Kepulauan Yapen. Ada dugaan kejadian tersebut sudah berlangsung lama.

Analis Penuntutan pada Kejari Kepulauan Yapen, Viko Purnama Yogaswara SH, saat ditemui di halaman Kejari Manado, Selasa (12/1/21), membenarkan pemeriksaan tersebut.

Namun begitu dirinya menolak berkomentar panjang lebar terkait hasil pemeriksaan. Selain itu Viko juga membenarkan telah memeriksa dua petinggi Unima, pembantu rektor I dan III.

“Saya tidak diberikan kewenangan untuk memberikan keterangan, karena yang berhak adalah atasan saya. Nantilah pada Kamis (14/1/21), akan ada konferensi pers,” kata kepada wartawan. (ing)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional