Menu

Ekonomi Didera COVID-19, Kinerja BSG Tetap Tumbuh

  Dibaca : 21 kali
Ekonomi Didera COVID-19, Kinerja BSG Tetap Tumbuh
TIMBA ILMU: Rombongan DPRD Talaud saat Kunker ke Balai Sungai.

Dirut BSG, Jeffry Dendeng


MANADO — Kinerja Bank Sulut-Gorontalo tetap moncer meski di tengah terpaan pandemi COVID-19. 2020 lalu—sambil menunggu hasil perhitungan akuntan publik—secara umum masih tumbuh positif.
Dari laporan sementara, Bank SulutGo berhasil mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 8,63% dari 2019. Yakni selama 2020 total aset BSG mencapai Rp16,4 triliun, sementara 2019 berjumlah Rp15,1 triliun.
“Untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) pada 2019 tercatat Rp11,9 T yang kemudian pada 2020 menjadi Rp13,7 Triliun. Ada pertumbuhan sebesar 14,10%,” kata Direktur Utama BSG Jeffry Dendeng dalam pemaparan kepada awak media di Manado, Kamis (04/02/2021) siang.
Dilanjutkan, bila dilihat dari angka kredit yang disalurkan kepada masyarakat pada 2020 tumbuh 2,52% menjadi Rp12,4 triliun dibanding 2019 tercatat sebesar Rp12,1 triliun.
“Ada pertumbuhan, tapi tidak signifikan karena situasi pandemi COVID-19 cukup mendera pengusaha,” katanya.
Namun, dari sisi nasabah kredit masih mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yakni bertumbuh sebesar 4,92% dari 79.962 nasabah pada 2019, menjadi 83.900 nasabah di periode 2020.
Di sisi lain, katanya, total nasabah DPK bila dilihat dari banyaknya akun juga menunjukkan pertumbuhan. “Pada 2019 kita punya nasabah DPK 476.313. Jumlah ini bertumbuh 5,16% pada 2020 menjadi 500.908 akun,” ungkap Jeffry.
Terkait rugi maupun laba yang berhasil diraih BSG, pihaknya masih menunggu hasil perhitungan dari akuntan publik. “Secara gambaran saja, pada 2019 sampai 2020 laba Bank SulutGo tetap bertumbuh, dibandingkan ada bank lain yang labanya anjlok sampai 40%,” terangnya.
Dijelaskan juga, berdasarkan target capaian yang telah ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang biasa disebut target Rencana Bisnis Bank (RBB), walaupun masih menunggu hasil akuntan publik, tapi secara keseluruhan hampir semua target bisa dicapai.
“Memang ada target yang belum bisa dicapai, antara lain target (penyaluran) kredit yang baru 95,57%. Sedangkan target-target yang lain, indikator utamanya masih tercapai bahkan ada yang terlampaui,” ungkap Jeffry.(baz)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional