Menu

BI Optimis PE Sulut 2021 Tembus 5%

  Dibaca : 36 kali
BI Optimis PE Sulut 2021 Tembus 5%
OPTIMIS: Arbonas Hutabarat (tengah) menjelaskan kondisi ekonomi Sulut 2020, dan prediksi 2021, kepada wartawan di Manado.

Didorong Bergairahnya Ekonomi Karena Vaksinasi COVID-19 Mulai Jalan

MANADO — Bank Indonesia Perwakilan Sulut merilis analisa capaian kondisi makroekonomi Sulut sepanjang 2020. Di saat bersamaan juga dipublikasikan prediksi atau outlook ekonomi Sulut 2021.

Berdasarkan catatan BI Sulut, sebagaimana dipaparkan Kepala Perwakilan BI Sulut Arbonas Hutabarat dalam Media Briefing Kondisi Makroekonomi Sulut 2020, di Manado, Senin (08/02/2021), ekonomi Sulut terjadi kontraksi (-0,99%) sepanjang 2020. Situasi ini akibat terpaan pandemi COVID-19 yang memukul seluruh sendi kehidupan dunia, termasuk di Sulut.

“Pandemi COVID-19 yang berdampak pada penurunan aktivitas social ekonomi masyarakat dan ketidakpastian ekonomi menyebabkan terkontraksinya konsumsi rumah tangga dan investasi pada tahun 2020,” kata Arbonas.

Namun Arbonas optimis akan terjadi perbaikan perekonomian Sulut di tahun 2021. Analisa BI ada sejumlah faktor diperkirakan dapat menjadi pendorong perekonomian Sulut. Di antaranya adanya kenaikan produktivitas tanaman yang menjadi bahan makanan, kenaikan belanja modal pemerintah, industri pengolahan, perkebunan seperti produk turunan kelapa, meningkatnya sektor perikanan, dan jasa komunikasi yang erat kaitannya dengan aktivitas digital masyarakat.

Optimisme tersebut juga didukung dengan kondisi perekonomian di negara-negara bagian Amerika Serikat, Eropa dan Asia khususnya Tiongkok yang mulai pulih, di mana permintaan ekspor bahan baku dari Indonesia berasal.

“Kami memperkirakan pada target pertumbuhan ekonomi sebesar 4-5 persen (yoy),” ujar Arbonas Hutabarat. Selain faktor-faktor tersebut, optimisme Bank Indonesia juga berdasar pada program vaksinasi COVID-19 yang sedang berjalan.

Katanya, pemerintah Indonesia saat ini sedang gencar melaksanakan vaksinasi COVID-19 secara bertahap yang menyasar seluruh lapisan masyarakat. Vaksinasi COVID-19 disebut akan mulai meningkatkan aktivitas perkonomian, meski masih banyak hal yang harus memanfaatkan digitalisasi.

“Vaksinasi COVID-19 dapat menjadi kunci pendorong bagi pertumbuhan perekonomian Sulawesi Utara,” kata Arbonas lagi.

Selain Pertumbuhan Ekonomi, kata Arbonas, angka inflasi berperan penting dalam menjaga kondisi makroekonomi daerah. BI Sulut memprediksi inflasi Sulut tahun 2021 akan berada di rentang 3 persen plus-minus 1 persen.

“Besaran itu ideal. Karena jika inflasi di bawah 2 persen, tidak bagus bagi perekonomian. Tidak mendorong Pertumbuhan Ekonomi karena tidak ada insentif baru bagi produsen,” ujarnya.

Arbonas juga optimistis bahwa inflasi menguat karena adanya pemulihan ekonomi yang ditandai meningkatnya Konsumsi Rumah Tangga. “Konsumsi mendorong naiknya permintaan,” jelasnya.

Adapun risiko tekanan inflasi diprediksikan dari sub kelompok makanan  dan minuman. BI mencatat akan ada dorongan inflasi dari sektor sub kelompok tembakau.

“Tahun ini cukai tembakau naik 17 persen. Tentu harga rokok naik, dan pasti akan mendorong inflasi,” tukas Arbonas.(baz)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional