Menu

Disdik Bolsel Gandeng Kejaksaan

  Dibaca : 22 kali
Disdik Bolsel Gandeng Kejaksaan
BOLSEL — Dinas Pendidikan (Disdik) Bolsel bekerja sama dengan Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Dumoga dalam mewujudkan penyelenggaraan pendidikan bebas korupsi di Kabupaten Bolsel, lewat program jaksa masuk sekolah (JMS). Program yang bertujuan mencegah terjadinya pelanggaran hukum tersebut, dimulai di Kecamatan Pinolosian Timur, Rabu (3/3/21). Sedangkan di Kecamatan Pinolosian Tengah (Pinteng) berlangsung Kamis (4/4/21), yang menyasar Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan yang diikuti para kepala sekolah, bendahara Bantuan Operasional Siswa (BOS), ketua komite sekolah, perwakilan orang tua dan perwakilan guru, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19, dibuka Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bolsel Rante Hattani diwakili Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas) Idwan Ladjolai. Sedangkan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Dumoga Evans Sinulingga SH MH hadir sebagai narasumber. Evans mengatakan, JMS merupakan program Kejaksaan untuk memberi pemahaman hukum bagi generasi muda bangsa, utamanya para siswa-siswi dan sekolah. “Kami juga menginisiatif untuk melaksanakan Program Jaksa Sahabat Guru. Materinya terkait pengenalan hukum kepada kepala sekolah dan perwakilan guru dan disampaikan kepada para siswa – siswi,” katanya.
Dalam materinya, Evans juga menjelaskan terkait wewenang Kejaksaan Agung (Kejagung) RI baik pada bidang Pidana, Perdata dan Tata Usaha Negara serta Ketertiban dan Ketentraman Umum. “Termasuk soal aspek-aspek hukum pidana yang disebabkan oleh penyalahgunaan anggaran, terutama dana BOS,” tegasnya.“Disitu juga kita menyampaikan terkait perlindungan anak, karena sosialisasi ini melibatkan semua sekolah, mulai dari SD (Sekolah Dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan SMA (Sekolah Menengah Atas),” tambahnya. Sementara itu, Kepala Disdik Bolsel Rante Hattani SPd Msi saat dimintai keterangan mengatakan, program JMS sangat penting duntuk mengindari penyalahgunaan dana BOS dan penjaminan atas Program Beasiswa Indonesia Pintar (PIP), yang tepat sasaran tanpa ada pemotongan dari pihak manapun. “Hal ini juga selaras dengan Perbup (Peraturan Bupati) tentang penyelenggaraan pendidikan anti korupsi di satuan pendidikan,” kata Rante. Dia berharap, pandemi segera berakhir di seantero Indonesia, khususnya Kabupaten Bolsel. “Agar kegiatan yang sama terus dimaksimalkan di semua sekolah yang ada di Tujuh kecamatan,” harapnya. (lel)
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional