Menu

Dugaan Korupsi Dana Desa, Sangadi Bongkudai Mangkir Dari Panggilan Polisi

  Dibaca : 210 kali
Dugaan Korupsi Dana Desa, Sangadi Bongkudai Mangkir Dari Panggilan Polisi

BOLTIM- Aparat Kepolisian Polres Bolaang Mongondow Timur (Boltim), saat ini sedang mendalami kasus dugaan korupsi Dana Desa (Dandes) Boltim tahun anggaran 2019-2020. Informasi didapat, dari 81 Desa se-Boltim, sudah ada tiga Sangadi/Kepala Desa yang dipanggil atau diberikan undangan klarifikasi oleh penyidik Unit lll Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Boltim yakni Desa Bongkudai, Desa Lanut dan Desa Bangunan Wuwuk Timur. Bahkan, terinformasi dua sangadi sudah diperiksa sedangkan satu sangadi yakni Bongkudai seperti menghindar atau mangkir dari undangan klarifikasi tersebut. Dengan berbagai alasan salah satunya ada kegiatan pemeritahan. Selain itu, saat sedang dalam proses pemeriksaan Sangadi tersebut meminta Izin makan, pada akhirnya tidak kembali lagi dengan berbagai alasan. Dengan begitu, Polres Boltim akan segera melakukan pemanggilan kedua.

Para sangadi tersebut, dipanggil oleh Tipikor Polres Boltim, berdasarkan laporan informasi yang diterima soal dugaaan penyalagunaan anggaran Dana Desa tahun 2019-2020.

Kapolres Boltim AKBP Irham Halid SIK membenarkan, tentang adanya proses pemeriksaan terhadap sejumlah sangadi yang ada di Boltim, terkait dugaan penyalahgunaan dana desa tahun 2019-2020.

“Ya, ada beberapa sangadi yang saat ini sedang dalam proses pemeriksaan,” kata Irham. Menurutnya, hal tersebut juga menjadi warning kepada seluruh sangadi di Kabupaten Boltim, agar menggunakan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa sesuai kewenangan dan program kerja di desa. “Jika Dandes dan ADD disalah gunakan, tentunya ada sanksi hukum yang menanti,” tegasnya.

“Yah, sudah ada yang diperiksa soal dugaan kasus penyalagunaan Dana Desa. Saat ini sedang dalam proses penyelidikan,” tambah Kasat Reskrim AKP Edi Susanto. (gry)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional