Menu

Mafia Solar Bersubsidi Marak di Bitung

  Dibaca : 37 kali
Mafia Solar Bersubsidi Marak di Bitung
Ilustrasi

BITUNG — Oknum berpangkat diduga melindungi pemain solar besubsidi marak di Kota Bitung. Ya, para mafia tersebut mengambil keuntungan tingginya harga solar non subsidi sebesar Rp 9.000, sedangkan solar subsidi senilai Rp 5.150.
Bagi pengecer atau memiliki mobil jenis panther guna menimbun solar, keuntungan bersih capai Rp 1 juta per 1 ton solar subsidi. Sedangkan mafia atau pengepul solar juga mempunyai profit sama namun dengan banyak timbun mencapai puluhan ton solar setiap harinya.
“SPBU di Kota Bitung juga diuntungkan karena pengecer solar ilegal memberikan keuntungan Rp 500-1.000 per liternya. Sehingga profit hingga Rp 1-2 juta per harinya,” tegas sumber kepada harian ini, Minggu (15/8).
Diketahui pria yang merupakan sumber media ini, merupakan pelaku solar sebelumnya namun telah berhenti. Menurutnya, dampak negatif atas ulah para mafia solar yakni dengan pendapatan asli daerah berkurang. “Paling tragis, putaran ekonomi di Kota Bitung terhambat. Dikarenakan truk hingga tronton yang bekerja halal harus antri ber jam-jam demi mengisi ulang BBM jenis solar,” ujar sumber.
Perihal polemik itu, Kasat Reskrim Polres Bitung Frelly Sumampouw mengaku siap gerak sesegera mungkin. “Kasih saya waktu, saya tangkap pemain-pemain solar ilegal. Kita lihat siapa yang muncul ,” tegas Sumampouw kepada awak media, akhir pekan lalu.
Diketahui, Kota Bitung menjadi pusat bisnis solar ilegal, para mafia hingga pengecer kerap menggunakan panther dengan modifikasi tangki BBM hingga 1.000 liter per mobil. Sehingga sekali jalan atau profit Rp 1 juta per red. (rdy/zly)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional