Menu

10 Bulan Kabur, Tersangka Korupsi Dandes Ilohelumo Diringkus

  Dibaca : 105 kali
10 Bulan Kabur, Tersangka Korupsi Dandes Ilohelumo Diringkus
Tampak Konferensi Pers Kejari Kotamobagu, terkait penangkapan DPO tersangka Kasus Korupsi Dandes Ilohelumo.

Diduga Lakukan Mark Up harga Alat Pertanian dan Perikanan

BOLSEL– Melarikan diri selama 10 bulan, tersangka kasus korupsi dana desa (Dandes) Desa Ilohelumo, AM alias Anwar, ditangkap tim Cabjari Kotamobagu di Dumoga, Rabu (8/9/21) di Kota Tomohon.
Beberapa kali mangkir dari panggilan Jaksa, AM sempat dijemput paksa namun dihadang sekelompok masyarakat. Tidak kooperatif, 9 November 2020, AM ditetapkan masuk daftar pencarian orang (DPO).
Kepala Seksi Barang Bukti Kejari Kotamobagu Hores Erwin Siregar SH menuturkan, pihaknya mendapat informasi, tersangka berada di wilayah hukum Manado. Namun setelah dilakukan pengejaran,  tim Cabjari Kotamobagu di Dumoga bekerja sama dengan tim Buser Polresta Manado, mendapati tersangka bersembunyi di Kota Tomohon.
“Tim turun sejak jam tujuh malam. Setelah mendapat informasi keberadaan tersangka, dilakukan pengejaran sehingga tim  Cabjari Kotamobagu di Dumoga dan Tim Buser Manado, berhasil menangkap tersangka di Tomohon Jam Tiga lewat Tiga Puluh menit (Pukul 03:00 Wita,red) di Kota Tomohon, tanpa perlawanan,” tutur Siregar, dalam konferensi Pers.
Tersangka katanya, dibawa ke kantor Kejaksaan Negeri Manado, kemudian diserahkan kepada Jaksa Penyidik Cabjari Kotamobagu di Dumoga di Kantor Kejaksaan Negeri Kotamobagu. “Kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.
Sekadar diketahui,  Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Cabjari Kotamobagu di Dumoga, menetapkan SM, mantan Sangadi Desa Ilohelumo, Kecamatan Posigadan, dan AM penyedia barang, sebagai tersangka korupsi Dandes Ilohelumo tahun anggaran 2018, dalam Pengadaan Alat Pertanian dan Perikanan, 4 Desember 2019 lalu.
SM dan AM diduga melakukan mark up harga dalam pengadaan mesin pangkas rumput 120 unit, tangki semprot 120 unit dan mesin katinting 7 unit dengan nilai anggaran  Rp 509.500.000 bersumber dari Dandes tahun anggaran 2018. Berdasarkan hasil  perhitungan kerugian keuangan negara (LHA-PKKN), pengaturan harga antara penyedia barang AM dan eks sangadi Ilohelumo SM, yang lebih tinggi dari harga normal, mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp. 321.931.931.
Akibat penyalahgunaan tersebut, keduanya melanggar Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor. Sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Keduanya memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian dalam pengadaan tersebut. (lel)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional