Menu

Sumbangsih Pemprov dan Kementerian Besar Untuk Unima

  Dibaca : 35 kali
Sumbangsih Pemprov dan Kementerian Besar Untuk Unima

MINAHASA-Sumbangsih yang besar dari Pemprov Sulut serta Kemendikbud sangat besar, sehingga Rektor Unima Rektor Unima Prof. Dr. Deitje A. Katuuk, M.Pd memberikan apresiasi positif. Pasalnya, Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) dengan mengusung tema “Peningkatan Tridharma Unima Mapalus”, bertempat di Luwansa Hotel Manado, Rabu (8/9). Semua undangan serta stekholder Unima boleh hadir secara langsung serta ada yang melalui daring. “Terima kasih sudah boleh hadir di acara rakerpim ini, selamat datang di Bumi Nyiur Melambai sekalipun hanya secara virtual,” ujar Rektor Unima.
Lebih lanjut, Katuuk mengatakan Rakerpim ini bertepatan dengan pelantikan nya sebagai Rektor Unima yang baru. “Dalam perjalanan setahun kepemimpinan sebagai rektor Unima, kami sangat berterima atas dukungan dan kebijakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim melalui semua jajaran pimpinan dan dukungan serta kebijakan bantuan dari Gubernur Provinsi Sulut Olly Dondokambey, sehingga boleh menjalankan tugas selama setahun,” terang Katuuk.
Selaku Rektor, dirinya bersyukur karena dalam membangun Unima, semua telah menyatakan komitmen bersama melaksanakan Reformasi Birokrasi menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Brokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM) yang telah dicanangkan oleh lrjen Kemendikbud Chatarina Muliana Ginting. Bahkan, menyediakan bantuan pendampingan bagi Unima dalam memperkuat pelaksanaan reformasi birokrasi ini. “Kami berterima kasih kepada Sekjen Ainun Na’im beserta ibu Sekjen Suharti, PhD dan semua direktur dan biro yang membantu Unima memperkuat rule based governance yaitu membantu penyelesaian dan pembahasan bersama secara intensif baik statuta maupun SOTK Unima, dan mudah-mudahan tidak lama lagi akan selesai,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan Rektor, tahapan rule based governance ini sangat penting bagi Unima menuju ke performance based governance dan dynamic governance.
“Unima patut berbangga dan berterima kasih kepada pemerintah pusat, menteri dan semua jajaran Kemendikbud Ristek,” sebutnya.
Pada kesempatan yang amat baik ini selaku rektor menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Gubernur Provinsi
Sulut Olly Dondokambey SE atas topangan dan dukungan selama ini.
Apalagi, pada tingkat pertumbuhan ekonomi Sulut yang melesat 8,4 persen di kuartal II 2021 sangat berdampak pada daya beli masyarakat dan kekuatan ekonomi orang tua mahasiswa asal Sulut yang belajar di Unima.
Bahkan mencapai lebih dari 70 persen mahasiswa. Capaian ini adalah prestasi yang sangat luar biasa dari gubernur. “Kedepan Unima yang akan memasuki Pola Pengelolaan Keuangan BLU, tentu membutuhkan investasi prasarana yang sangat besar. Kerjasama dengan semua pemerintah daerah di Sulawesi Utara (baik Pemprov Sulut maupun pemerintah kota dan kabupaten masih sangat dibutuhkan,” jelasnya.
Kedepan Unima membutuhkan bantuan dana untuk investasi baik investasi sarana prasarana maupun investasi SDM.
“Kehadiran gubernur saat ini sangat memberi harapan kepada kami semua, bahwa gubernur siap dengan kebijakan dan dukungan investasi untuk pengembangan Unima ke depan,” harapnya.
“Tak lupa, saya menyampaikan terima kasih secara khusus semua pimpinan Unima, pegawai, dosen yang sudah hadir baik secara luring di tempat ini maupun secara daring melalui jaringan yang sudah disiapkan. Terima kasih kepada panitia yang sudah bekerja
dengan sangat baik dalam mempersiapkan acara di hari ini,” ujarnya.
Sementara itu, dalam sambutannya gubernur Sulut melalui Kepala Dinas Pendidikan Sulut Dr. Lisye Treis Punuh, M.Kes mengungkapkan, di tengah-tengah tekad dan komitmen untuk meningkatkan kualitas SDM,
segenap komponen Unima hari ini
dapat menyelenggarakan rakerpim.
“Saya merespons positif pelaksanaan kegiatan ini, yang bernilai konstruktif terhadap
pembangunan bangsa dan daerah, utamanya dalam peran menjadikan Unima tetap eksis sebagai lembaga perguruan tinggi terkemuka di Sulut pencetak SDM yang berkualitas dan berdaya saing,” sampainya.
Dikatakannya, perguruan tinggi mencetak para tenaga kerja untuk bersaing dalam pasar tenaga kerja. Jika kualitas perguruan tinggi baik, maka dapat mencetak tenaga kerja yang terdidik dan terampil serta berpeluang besar untuk unggul dalam pasar tenaga kerja. Selain itu, perguruan tinggi berkualitas, dapat ikut menentukan pembangunan negara di masa depan.
SDM, infrastruktur yang dimiliki, serta sistem pendidikan yang ada pada setiap perguruan tinggi di Indonesia, kini menjadi tantangan yang harus mampu dipadukan.
“Ketiga faktor ini menentukan
pengelolaan perguruan tinggi di Indonesia dewasa ini,” sebutnya. (ric)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional