Menu

Pengucapan Syukur di Bolmong, Maknai Dengan Kesederhanaan

  Dibaca : 9 kali
Pengucapan Syukur di Bolmong, Maknai Dengan Kesederhanaan
Yasti Soepredjo Mokoagow

Bupati: Tidak Boleh Mengumpulkan Orang Banyak

BOLMONG—Pengucapan syukur yang ditetapkan dilaksanakan 26 September mendatang oleh pemerintah Provinsi Sulut, tampaknya belum bisa dilaksanakan seperti biasanya. Pasalnya, saat ini masih sementara pandemi COVID-19, apalagi Kabupaten Bolmong masih berstatus PPKM level IV.

Untuk mengantisipasi hal tersebut Bupati Bolmong Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow mengimbau agar pengucapan syukur yang dilaksanakan kali ini harus dengan penuh kesederhanaan tanpa mengurangi maknanya. Yang tidak boleh dilaksanakan adalah mengundang ataupun mengumpulkan orang untuk perayaan ini. “Kita masih dalam suasana pandemi, apalagi saat ini Bolmong masuk dalam PPKM level IV,” ujar Yasti.

Bupati juga mengharapkan kepada masyarakat di Dumoga Bersatu tidak mengundang masyarakat dari daerah lain, untuk datang ke Dumoga. “Saya mohon maaf, untuk pengucapan syukur ada baiknya dilakukan dengan cara tidak mengumpulkan banyak orang,” harapnya.

Yasti Soepredjo Mokoagow mengatakan jika ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk mengucap syukur, namun tidak dengan menciptakan kerumunan. “Untuk tahun ini mohon dimaafkan, kita bersabar dulu. Kita patuhi dulu apa yang menjadi anjuran pemerintah,” kata dia.

Ia menegaskan aturan yang dikeluarkan adalah untuk kebaikan bersama. Dirinya mencontohkan, perayaan Ultah Bolmong saja dirayakan dengan terbatas. “Tahun lalu perayaan HUT saja terbatas hanya 30 orang, dan tak ada Paripurna di DPRD,” aku dia.

Mantan anggota DPR RI ini pun meminta agar masyarakat Dumoga Bersatu bisa melakukan ucapan syukur di rumah masing-masing. “Lakukan di rumah masing-masing, dengan keluarga tanpa mengundang masyarakat lain agar tidak terjadi kerumunan,” pungkasnya. (jly)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional