Menu

Premanisme dalam Pungutan Liar Harus Hilang di Pasar Winenet

  Dibaca : 93 kali
Premanisme dalam Pungutan Liar Harus Hilang di Pasar Winenet

BITUNG — Mayoritas pedagang Pasar Winenet Kecamatan Airtembaga merasa dirugikan dan menderita bertahun akibat pungutan liar yang dilakukan oleh oknum tertentu yang mengaku ahli waris .Selain dipungli, para pedagang juga diresahkan oleh adanya praktek premanisme di tempat mereka mencari nafkah. (14/9/21

Kini, dibawah naungan Perumda Pasar Kota Bitung, mayoritas pedagang Pasar Winenet mengaku alhamdulilah. Dihilangkannya biaya sewa bulanan hingga aksi humanis dalam proses penagihan buat pedagang tenang. “Dua tahun saat yang mengaku ahli waris mengambil alih pasar, kami tertindas. Telat bayar biaya bulanan, kalau tidak ditutup batu akan ditutup pagar seng. Itupun diluar imtimidasi secara batin oleh sejumlah preman sebagai kolektor,” sahut salah satu pedagang sembako.

Kendati begitu, Ketua SP3W Baharrudin Bandu meminta, Perumda Pasar membuat tindakan tegas guna menjaga kesejateraan pedagang. “Pasar Winenet ini aset Pemkot Bitung. Tak ada keputusan pengadilan yang menegaskan pasar adalah milik perorangan. Perumda sebagai pengelola sangat jelas dan toleran. Namun terbalik dengan pengelola pasar dari oknum yang mengaku ahli waris, mereka tidak jelas juga tidak berperikemanusian,” teriak Bandu.

Berjalan waktu, Perumda juga diminta pedagang untuk menyegarkan sarana dan pra sarana di pasar Winenet. “Perumda harus melihat setiap kekurangan fasilitas di Pasar Winenet. Selain sanitasi yang kurang memadai, batas antar lapak juga harus dimodernisasi,” tegas Bandu.

Sementara itu, Direktur Umum Perumda Pasar mengaku antusias terhadap dukungan pedagang dalam pengelolaan pasar oleh Perumda. “Kami akan menyerap semua keluhan pedagang. Sehinga kedepan pasar Winenet lebih baik dalam segi apapun,” ungkap Dirum Perumda Tasman Balak. (rdy)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional